Pemilu 2024

Adhan Dambea Tak Masalahkan Soal Sistem Proporsional Pada Pemilu 2024

Bagi Adhan Dambea, soal wacana akan kembalinya sistem tertutup itu ialah hak setiap warga negara indonesia. 

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Adhan Dambea politisi PAN. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Meski beberapa parpol menolak sistem proporsional di Pemilu 2024, namun berbeda dengan PAN Gorontalo, Adhan Dambea.

Bagi Adhan Dambea, soal wacana akan kembalinya sistem tertutup itu ialah hak setiap warga negara indonesia. 

Baginya mau sistem itu terbuka atau tertutup menurut nya tidak ada masalah. Sebab sejak tahun 1977 hingga 1999 baginya melewati hal itu sudah menjadi pengalaman yang biasa. 

Politisi kawakan Adhan Dambea Kader PAN Gorontalo itu mengungkapkan, sejak dahulu sistem pemilu diatur secara profesional tertutup dan itu berlangsung selama 32 tahun lamanya. 

Kata Adhan sistem pemilu di tahun 2004 itu sudah dimulai setengah-setengah atau 50 persen terbuka dan 50 persen tertutup. Namun sistem proporsional terbuka secara full dimulai sejak tahun 2009.

"Mau tertutup atau terbuka silahkan, bagi saya tidak ada masalah. Hanya saja konsekuensi nya dari partai-partai lainnya. " tegasnya.

Hanya saja kata dia, jika tertutup kelemahannya ialah yang di tertera pada surat suara hanyalah beberapa pengurus partai.

Jika itu terjadi maka pengurus atau kader lainnya sama halnya tidak bekerja secara maksimal untuk mencari suara. 

Jika tertutup maka partisipasi masyarakat dalam pemilihan pun akan berkurang, olehnya dengan hal itu PAN menolak wacana proporsional tertutup tersebut. 

Namun dari penjelasannya, sebagai Kader PAN ia menolak lahirnya wacana sistem pemilihan secara proporsional tertutup.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved