Kota Gorontalo

Jalan-jalan di Pusat Kota Gorontalo Ini Masih dalam Kondisi Berbatu dan Berdebu

Jalanan itu telah dikupas dan ditimbun tanah berkerikil sejak pertengahan 2022 lalu.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Wawan Akuba
Jln Cendrawasih dalam kondisi berbatu dan berdebu. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Setidaknya 4 ruas jalan penghubung Jl HOS Cokroaminoto dengan Jl Nani Wartabone, kini masih dalam kondisi timbunan. 

Jalanan itu telah dikupas dan ditimbun tanah berkerikil sejak pertengahan 2022 lalu.

Hingga awal 2023 ini, kondisinya tidak berubah. Malah, karena kerap dilalui kendaraan setiap hari, 4 titik jalan penghubung ini menimbulkan masalah baru.

“Berdebu dan berbatu.” kata Usman Sofyan, pengemudi bentor yang melewati jalan tersebut, Sabtu (7/1/2023).

Jalan yang dilalui Sofyan adalah Jl Cendrawasih. Jalan ini mengarah dari HOS Cokroaminoto menuju simpang 6 Bundaran Saronde atau Tugu Saronde. 

Bukan Usman yang paling mengeluh. Warga yang bermukim di jalan tersebut. Beberapa waktu lalu, seorang warga bahkan pernah mengaku seperti korban erupsi gunung berapi.

Bukan tanpa alasan, ia mengaku tersiksa dengan debu yang setiap hari beterbangan. 

"Piring hingga makanan yang saya sudah masak semuanya penuh debu dari proyek pengerjaan jalan, padahal pengerjaan ini sudah berapa bulan dan juga belum tuntas. " tuturnya, Sabtu (24/12/2022) lalu.

Mencoba menjelaskan, Antum Abdullah, Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Gorontalo mengatakan, pihaknya belum mengerjakan jalan tersebut karena menunggu proyek drainase selesai.

Karena secara teknis kata dia, akan ada pemasangan box culvert, sehingga pengerjaanya akan menunggu drainase di sepanjang Jl Nani Wartabone selesai. 

“Box Culvert itu diperuntukkan sebagai pembuangan aliran air dari drainase ke tanggul Tanggidaa, sementara Tanggul itu masih dalam pelaksanaan,” katanya. 

Karena itu, 4 ruas jalan itu hanya akan dikerjakan jika proyek peningkatan mutu Jalan Nani Wartabone. Setidaknya hingga seluruh drainase selesai. 

“Empat akses itu sebenarnya tinggal kita tambah ketebalannya, setelah itu kita aspal.” ucapnya, Jumat (6/1/2023).

“Kita akan berusaha pengerjaan kawasan jl nani wartabone dan sekitarnya akan selesai sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan.” tandasnya.

Jalan Cendrawasih membentang di jantung Kota Gorontalo. Tepat di ujung jalan ini berdiri Patung Penari Saronde. Warga Gorontalo menyebutnya Bundaran Saronde.

Selain Jalan Cendrawasih, dua jalan penghubung lainnya juga dengan kondisi yang sama, ditimbun pasir halus dan batu kerikil, dan hingga kini tak ada tanda-tanda pengerjaan. (*)

Berita Terkait :#Kota Gorontalo

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved