Arti Kata
Mengenal Apa Itu Nawolo, Surat Raja yang Masih Jadi Misteri dalam Konflik di Keraton Solo
Keberadaan nawolo yang menjadi salah satu dasar konflik di Keraton Kasunanan Surakarta di Kota Solo hingga kini masih menjadi misteri, apa itu nawolo?
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/keraton-solo-geger.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah sedang dilanda kabar tak sedap.
Pasalnya baru-baru ini, terjadi geger atau konflik di dalam Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Dalam konflik di lingkup Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini, terdapat nawolo yang keberadaannya hingga saat ini masih menjadi misteri.
Apa Itu Nawolo?
Menurut wikitionary, Nawolo atau yang juga ditulis sebagai Nawala adalah kata dari Bahasa Jawa yang mengandug arti 'surat'.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Paes Ageng, Riasan Erina Gudono saat Acara Pernikahan dengan Kaesang Pangarep
Contoh: Abdi dalem kumitir duwe jejibahan ngirim nawala saka kraton (Abdi dalem kumitir punya kewajiban mengirim surat dari keraton).
Dilansir TribunGorontalo.com dari TribunSolo.com, dalam hal ini, Nawolo adalah surat berisi titah raja.
Konflik Keraton Solo
Perselisihan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebenarnya telah terjadi sejak Raja Kasunanan Hadiningrat, Pakubuwono XII mangkat pada 2004.
Baca juga: Apa Itu Paringgitan? Terkait Pantangan dalam Pernikahan Kaesang dan Erina di Pura Mangkunegaran
Namun perselisihan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akhir-akhir ini kembali memanas.
Perselisihan ini terjadi antara kubu Pro Pakubuwono PB XIII Hangabehi dengan anak cucu PB XIII yang mendirikan kelompok bernama Lembaga Dewan Adat (LDA).
Dari pihak LDA, putri PB XIII, GRAy Devi Lelyana Dewi mengungkapkan satu penyebab konflik yakni saat ia kesulitan menemui ayahnya sendiri.
Untuk diketahui, kubu LDA sendiri merupakan kerabat keraton yang berisi para adik dan anak raja.
GRAy Devi bercerita dihalang-halangi menemui ayahnya hingga disodorkan Nawolo.
Baca juga: Luhut hingga Maruf Amin Kenakan Blangkon di Pernikahan Kaesang-Erina, Apa Itu Blangkon?
Nawolo atau surat berisi titah raja inilah yang menjadi dasar para abdi dalem melarang GRAy Devi menemui sang ayah.
Namun, kata GRAy Devi, sampai saat ini ia tak pernah ditunjukkan fisik dari Nawolo itu sendiri.
"Sampai hari ini pun saya tidak pernah melihat wujud Nawolo karena tidak diberikan kepada saya," kata GRAy Devi kepada TribunSolo.com, di Mapolresta Minggu (25/12/2022).
GRAy Devi lantas melayangkan somasi ke pihak Kasentanan yang pada saat Suro memberikan Nawolo yang hingga kini tak ada penyelesaian.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Bleketepe yang Bakal Dipasang di Pernikahan Kaesang dan Erina, Makna hingga Sejarah
Sebelum melayangkan somasi, GRAy Devi telah berusaha mengirimkan surat untuk memohon pertemuan kepada ayahnya.
"Sudah berapa kali mengirimkan surat menanyakan bagaimana. Tapi kan sama sekali tidak ada reaksi," ungkap GRAy Devi.
Di sisi lain, dari pihak PB XIII, Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran H. Dani Nur Adiningrat bercerita sebaliknya.
Menurutnya, Sinuhun PB XIII ingin menemui GRAy Devi, tetapi sang putri justru menolak dengan alasan tidak didampingi pengacara.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Siraman, Prosesi Adat Jawa yang Bakal Dilakoni Kaesang dan Erina Jelang Pernikahan
Terkait Nawolo, Dani mengakui memang ada permintaan itu.
Tetapi, menurutnya Sinuhun PB XIII memiliki alasan tertentu mengapa ia tak mau menemui putrinya.
"Gusti Devi sempat meminta datang ke Sasonoputro ketemu Sinuhun. Sinuhun itu raja dan beliau punya penggalihan tertentu. Ada hal-hal terkait Gusti Devi yang menjadi penggalihan beliau," jelas Dani.
PB XIII saat itu juga sedang menjalani suatu ritual.
Baca juga: Disebut Pakai Baju Adat Papua Asal-asalan, Kaesang dan Erina Dinilai Apropriasi Budaya, Apa Itu?
"Saat itu beliau belum mau ketemu karena ada upacara ritual tersendiri bagi Sinuhun," tutur Dani.
Menurutnya, penolakan ini seharusnya bisa menjadi momen GRAy Devi untuk introspeksi diri.
"Sah toh ketika seorang Bapak belum mau menemui. Seharusnya yang bersangkutan introspeksi diri," ucap Dani.
Namun, bukan berarti PB XIII tidak mau menemui GRAy Devi.
Di suatu waktu Sinuhun berkehendak menemuinya.
Baca juga: Jokowi Sebut Kaesang Lakukan Pingitan di Kantor Jelang Menikahi Erina Gudono, Apa Itu Pingitan?
Tetapi, justru GRAy Devi sendiri yang menolak beralasan tidak didampingi pengacara.
"Ketika utusan Kanjeng Adit saat itu memanggil Gusti Devi di Kayonan dan ketemu, Gusti Devi menjawab dia tidak bisa bertemu Sinuhun saat itu dan menunggu lawyer," beber Dani.
Dani justru heran mengapa GRAy Devi harus didampingi pengacara untuk menemui sang ayah.
"Mau ketemu bapaknya harus didampingi lawyer. Ada apa?," ujar Dani.
Baca juga: Apa Itu Duke and Duchess Of Cornwall? Gelar Baru Pangeran William dan Kate setelah Ratu Wafat
Ricuh di Keraton Solo
Sebelumnya, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memanas.
Dilansir TribunGorontalo.com dari TribunSolo.com, bahkan sampai terjadi kericuhan di Keraton Solo pada Jumat (23/12/2022) malam.
Kericuhan itu melibatkan kubu Sasonoputro yang mengatasnamakan Raja Keraton Solo, SISKS Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi dan LDA.
Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi pun turun langsung ke lokasi untuk mendinginkan situasi keraton yang memanas.
Baca juga: Apa Itu Sir? Gelar dari Ratu Elizabeth II yang Membuat Azyumardi Azra setara dengan Tokoh Dunia
Aparat kepolisian juga berjaga-jaga di kawasan keraton.
Kericuhan yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ini mengakibatkan sejumlah orang terluka hingga dilarikan ke Rumah Sakit Kustati.
Menurut kuasa hukum KRA Christophorus Aditiyas Suryo Admojonegoro, Agung Susilo, terdapat 4 orang di pihaknya yang terluka.
"Iya. Dari satgas 4 orang luka bocor di kepala," kata Agung kepada TribunSolo.com.
Sedangkan, Ketua LDA, Gusti Kanjeng Ratu Wandansari atau yang akrab disapa Gusti Moeng mengaku diusir oleh kubu Sasonoputro.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Tonic Immobility, Respons yang Berpotensi Kuat Dialami Putri Candrawathi
Menurut Gusti Moeng, pihak Sasonoputro membawa sekitar 50 orang untuk mengusir Gusti Moeng sekeluarga.
"Mereka ingin mengususir kita," sebutnya.
Bahkan, cucu Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, BRM Suryo Mulyo mengaku ditodong senjata api.
Suryo menyatakan bahwa orang yang menodongnya dengan senpi itu menyebut dirinya sebagai anggota Polri.
"Saya diginiin (mengisyaratkan tangan seperti ditodongi senjata api) 'Isoh meneng ra mas?' Ditodong didorong. 'Ojo peh aku nganggo klambi biasa terus kowe nyepelekke aparat'," katanya menirukan perkataan oknum tersebut.
Baca juga: Dua Budaya Gorontalo yang Terancam Punah, Ada Dulialo dan Dembulo, Apa itu?
Cucu PB XIII lain yakni BRM Yudhistira Rachmat Saputro, juga mengaku dipukul punggungnya.
Sementara itu, GRAy Devi Lelyana Dewi dipukul tangannya memakai bambu.
Beberapa orang memaksa merangsek masuk.
Mereka barisan LDA pun berusaha mempertahankan area dalam keraton.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar) (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kisah Perselisihan Keraton Solo yang Tak Berujung : Nawolo alias Surat Titah Raja Jadi Misteri Besar dan Kronologi Bentrok Keraton Solo Versi Kubu PB XIII, KP Dani : Orang-orang Tak Dikenal Berseliweran