Survei Terbaru, Publik Setuju Jokowi Rombak Kabinet

Isu reshuffle kabinet atau perombakan kabinet mengencang jelang Pilpres 2024.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin pimpin rapat kabinet. Isu reshuffle kabinet atau perombakan kabinet mengencang jelang Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Isu reshuffle kabinet atau perombakan kabinet mengencang jelang Pilpres 2024.

Penyebabnya Partai Nasdem telah mendeklarasikan capres. Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijagokan.

Anies diasosiasikan sebagai tokoh oposisi pemerintah Joko Widodo. Menteri dari Nasdem pun jadi sasaran.

Survei yang diselenggarakan Charta Politika pada 6-18 Desember 2022 menunjukkan, mayoritas publik setuju apabila Presiden Jokowi merombak kabinet atau melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya berpandangan, reshuffle kabinet perlu dilakukan Jokowi bila ia ingin memastikan dirinya meninggalkan warisan yang baik setelah lengser kelak.

"Ada angka 61,8 persen yang menyatakan setuju, dan saya pikir ini yang paling penting ya buat jadi PR buat Pak Jokowi kalau ingin meninggalkan legacy," kata Yunarto dalam konferensi pers, Kamis (22/12/2022).

"Bukan hanya dirinya tetap dicintai oleh masyarakat, tetapi kinerja dari menteri-menterinya secara sektoral itu juga bisa menopang kepercayaan dan kepuasan publik terhadap Beliau," kata dia.

Yunarto menyampaikan, reshuffle juga perlu dipertimbangkan dengan berkaca pada dinamika politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Sebab, di antara menteri-menteri di kabinet, pasti ada yang berencana maju sebagai calon presiden, calon wakil presiden, atau partainya memiliki posisi politik yang berbeda dengan pemerintahan Jokowi.

"Saya pikir itu harus menjadi catatan terutama di dua tahun terakhir yang akan menjadi ujian paling penting buat pemerintahan atau presiden yang sudah tidak bisa maju kembali," kata Yunarto.

Survei yang sama juga menunjukkan, 60,5 persen repsonden puas dengan kinerja menteri, sedangkan 32,7 persen lainnya mengaku tidak puas.

Meski angka tersebut lebih baik dibanding survei sebelumnya, tingkat kepuasan publik terhadap menteri memiliki selisih cukup lebar dibandingkan kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi yang berada di angka 72,9 persen.

Padahal, para menteri adalah sosok yang menjadi teknokrat atau ahli-ahli secara sektoral dari lembaga kepresidenan. Oleh karena itu, menurut Yunarto, tidak heran apabila mayoritas publik setuju bila Jokowi me-reshuffle kabinetnya.

"Walaupun kebanyakan responden kita menyatakan lebih banyak puas, tetapi mereka setuju ketika ditanyakan terkait dengan rencana ada reshuffle atau tidak," ujar Yunarto.

Survei ini dilaksanakan dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.220 orang sampel pada 8-16 Desember. Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,82 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved