Pedagang Pasar Liluwo-Gorontalo Mengeluh, Gedung Bagus tapi Sepi Pembeli

Alih-alih untung, pedagang malah merasa buntung. Tak ada pemasukan, sebab pembeli jarang. Misalnya dikeluhkan oleh pedagang ayam potong

TribunGorontalo.com
Potret Pasar Liluwo, Kota Gorontalo. Terlihat sepi pengunjung. Pedagang pun menjerit. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Gedung bagus ditambah lokasi yang strategi, rupanya tidak membuat pedagang Pasar Liluwo, Kota Gorontalo sejahtera.

Alih-alih untung, pedagang malah merasa buntung. Tak ada pemasukan, sebab pembeli jarang. Misalnya dikeluhkan oleh pedagang ayam potong yang ditemui di pasar tersebut, Kamis (22/12/2022). 

Menurut Dedi Yusuf, warga Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah Gorontalo, dirinya sudah berdagang daging ayam potong sejak 2015 di pasar tersebut.

Namun, beberapa tahun terakhir, pengunjung pasar tradisional Kota Gorontalo ini menurun drastis. Ia menuding pembeli teralihkan dengan pedagang pinggir jalan.

Pria kelahiran tahun 1999 ini pun meminta pemerintah lebih menata lagi penjual di tepi jalan. 

"Sekarang sudah sepi, karena sudah banyak penjual di pinggir jalan," kata Dedi kepada TribunGorontalo.com, Kamis (22/12/2022). 

Pasalnya, para penjual tepi jalan ini tidak dipungut biaya retribusi, sehingga pedagang di pasar Liluwo merasa dirugikan. 

"Apa guna dibikin ini pasar, kalau lebih banyak penjual di jalanan," imbuh dia. 

Pantauan TribunGorontalo.com, pasar Luluwo memang nampak sepi pengunjung. 

Hanya beberapa pembeli lalu lalang, namun pada sore hari praktis sunyi senyap. 

Harga Ayam Potong per Desember 2022

Harga daging ayam potong berkisar di angka Rp 65 ribu. Dedi mengatakan, minggu lalu ayam potong masih berharga Rp 60 rb. 

"Biasanya pas natal sampai tahun baru itu meningkat sampai Rp 70 rb," ujarnya. (*)


 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved