Porprov Gorontalo
Kickboxing Pohuwato vs Kabupaten Gorontalo Nyaris Ricuh, Ini Pemicunya
Namun, di penghujung pertandingan, Ramli memukul lawannya dari lawannya, kendati bel tanda usai pertandingan, telah dibunyikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/22212022_Kickboxing-Gorontalo_Porprov-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Pertandingan final kickboxing di Pekan Olahraga (Porprov) Gorontalo nyaris berakhir ricuh.
Atlet Kabupaten Pohuwato harus menjalani perawatan medis, usai ronde ketiga.
Peristiwa berawal saat atlet Pohuwato bernama Fadli Dailolo berhadapan dengan Ramli Gobel atlet Kabupaten Gorontalo. Keduanya berdual di babak final kelas Kick Light kategori 55 kilogram.
Pertandingan berlangsung sengit. Baik Fadli maupun Ramli sama-sama kuat.
Namun, di penghujung pertandingan, Ramli memukul Fadli, kendati bel tanda usai pertandingan, telah dibunyikan.
Fadli pun tersungkur di atas matras. Ia pun harus diberi oksigen oleh tim medis.
Pantauan TribunGorontalo.com, Fadli mengalami pukulan sangat keras di area tengkuk.
Official Kabupaten Pohuwato pun meradang. Bahkan, salah satu pelatih Fadli melempatkan ember berisikan air ke dalam area pertandingan.
Situasi sempat chaos. Panitia sampai memperingatkan official Kabupaten Pohuwato agar tidak bertindak anarkis.
Akibatnya, kedua official dipanggil dewan juri. Usai berbicara beberapa menit, juri pun menetapkan Ramli Gobel sebagai pemenang.
Jelas hasil tersebut tak begitu diterima pihak official Pohuwato. Sebab, Fadli lebih dahulu dicurangi. Terlebih, poin Fadli cukup jauh dari sang pemenang.
Baca juga: Pedagang Pasar Liluwo-Gorontalo Mengeluh, Gedung Bagus tapi Sepi Pembeli
Selang setengah jam, kondisi kembali kondusif. Sementara, Fadli ditandu ke mobil ambulance dan menjalani perawatan intensif.
Menurut Kusdianto, dirinya bertindak di luar kendali, dampak melihat anak didiknya dicederai lawannya.
"Itu tadi saya refleks melempar embernya. Emosi tak bisa ditahan," ujar Kusdianto kepada TribunGorontalo.com, Kamis (22/12/2022).
Pria akrab disapa Komdan itu mengaku bangga kepada anak didiknya tersebut.
Baca juga: Baru Dilantik, Ini Nama-nama Bintara Polda Gorontalo Peraih Nilai Tertinggi di SPN
"Saya cuma lihat bagaimana mereka itu seorang fighter. Kalau soal medali bisa dibeli di mana saja," jelas dia.
Kusdianto terang mengakui, Fadli sosok pejuang dan layak mendapatkan lebih dari medali emas.
"Kamu memang pejuang. Masih banyak kesempatan. Yang penting sekarang kamu buktikan kamu seorang fighter," tegasnya. (*)