Opini

Teori Belajar Dan Pendekatan Pembelajaran Usia Dini

Tugas itu dilakukan guru dan dosen baik untuk pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

TribunGorontalo.com
Definisi guru ialah seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, agar anak didik dapat memahami ilmu pengetahuan yang diajarkan. 

Hal ini agar anak didik terbiasa mengaplikasikan kebiasaan tersebut di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat yang kemudian dapat tertanam dalam pola pikir mereka sehingga apa-apa yang telah diajarkan dapat menjadi pondasi ilmu mereka pada tahap belajar selanjutnya.

Anak yang tidak terbentuk karakternya melalui pembiasaan dan kurangnya penanaman moral menghasilkan anak didik yang acuh tak acuh pada perintah guru oleh karena itu factor perhatian guru sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan dalam proses ini. 

Menurut Dri Atmaka (2004-17) pendidik adalah orang yang bertanggung jawab untuk memberikan bantuan kepada anak didik dalam pengembangan baik fisik maupun psikis. Sekaligus memberikan pengawasan dan pembinaan, serta tugas yang berkaitan dengan disiplin anak agar anak didik bisa patuh terhadap tata tertib.

Pada saat kami melakukan observasi di salah satu TK yang berada di Kota Gorontalo, kami mengamati bahwa proses pembelajaran sangatlah bagus kepada anak didik, mulai dari pagi hari yang didahulukannya doa belajar dan siang hari diakhiri dengan doa pulang. Saat itulah kami sadar bahwa nantinya kami akan menjadi seorang pendidik harus lebih memfokuskan lagi kegiatan yang berhubungan dengan tema islamiyah dan juga lebih membiasakan anak-anak untuk lebih sering belajar sambil bermain diluar kelas .

Kenapa belajar harus dengan bermain? Karena tujuan dari belajar sambil bermain ialah untuk menstimulasi otak anak dalam jangka panjang agar dalam memorinya selalu dipenuhi oleh kegiatan-kegiatan yang memberi kesan positif pada anak dan dengan bermain anak didik dapat memiliki pengalaman dan pengetahuan baru yang dilakukan oleh anak didik dengan perasaan senang, tanpa paksaan, namun memiliki pola-pola yang diharapkan mampu menciptakan hasil guna perkembangan baik bagi diri anak. Selain itu kemampuan berpikir anak, kemampuan berkomunikasi, kemampuan berimajinasi, anak didik juga dapat dilatih dengan metode bermain sambil belajar.

Seperti menurut Sujino (2009:7) pendidikan anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan, dan pendidikan pada anak dengan menciptakan lingkungan, dimana anak dapat mengeksplorasi pengalaman yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengetahui dan memahami pengalaman belajar yang diperoleh dari lingkungan. 

Anak-anak bisa mengeksplorasi pengalaman mereka melalui cara mengamati, meniru, dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.

Karena pada usia-usia anak didik jiwa penasaran mereka untuk mengeksplor yang ada di sekitar mereka sangatlah tinggi maka kami yang nantinya akan menjadi seorang pendidik harus bisa mengenalkan lingkungan luar seperti apa pada mereka, contohnya mengajak mereka untuk pergi memancing, berkebun, menjelajahi alam, dan memasak, anak secara langsung bisa mengenal dunia luar, jenis-jenis dari hewan dan tumbuhan, proses penanaman tumbuhan hingga berbuah. 

Karena kegiatan ini dapat membuat anak melihat secara langsung bagaimana lingkungan hidup disekitarnya.

Disclaimer: Artikel adalah opini para penulis. Segara materi jadi tanggung jawab penulis. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved