Opini
Teori Belajar Dan Pendekatan Pembelajaran Usia Dini
Tugas itu dilakukan guru dan dosen baik untuk pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Penulis: Ahmad Djafri, Davina Salsabila Maladjai, Maghfira R. Mustapa, Nur Rahmiyati Luawo, Trihastri Bumulo - Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru PAUD UNG
MENURUT UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pengertian guru adalah tenaga pendidik profesional. Guru dan dosen memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi anak didik.
Tugas itu dilakukan guru dan dosen baik untuk pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Definisi guru ialah seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, agar anak didik dapat memahami ilmu pengetahuan yang diajarkan.
Dalam hal ini, guru tidak hanya mengajarkan pendidikan formal saja, tetapi pendidikan lainnya yang bisa menjadi sosok teladan bagi setiap para anak didiknya.
Menjadi figure guru tidaklah mudah, karena guru memiliki peran ganda dalam mendidik anak didik dan kami juga dapat memahami bahwa peran guru itu sangat penting dalam proses menciptakan generasi penerus yang berkualitas, baik secara intelektual maupun akhlaknya.
Dan salah satu aspek yang perlu adalah perhatian guru dalam memberikan arahan kepada anak didik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Arahan yang diberikan guru pada anak didik saat di luar kelas yaitu dengan membentuk karakter anak didik yang baik di masa depan melalui pembiasaan-pembiasaan positif yang dimulai dari hal-hal kecil tetapi berdampak besar pada kehidupan anak.
Menurut Anis Ibnatul M, dkk (2013-1), bahwa pembiasaan merupakan kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu tersebut dapat menjadi kebiasaan.
Pembiasaan adalah segala sesuatu yang dilakukan secara berulang untuk membiasakan individu bersikap, berperilaku, dan berpikir dengan benar.
Dalam proses pembiasaan berintikan pengalaman, sedangkan yang dibiasakan adalah sesuatu yang diamalkan.
Metode pembiasaan yang diterapkan pada anak didik seperti menerapkan 6S atau singkatan dari “Senyum, Sapa, Salam, Salim, Sopan, Santun”.
Anak didik dapat menggunakan bahasa yang sopan dan baik ketika berbicara dengan guru ataupun teman-temannya, serta mengembangkan kepribadian anak didik, sehingga menjadi lebih baik.
Lalu mengajarkan anak membaca doa harian dan surat-surat pendek, karena membaca doa sebelum dan sesudah memulai dan mengakhiri kegiatan itu adalah kewajiban.
Mengajari anak makan bersama dan berbagi bekal agar melatih anak makan tepat waktu dan teratur serta secara tidak langsung aspek sosial emosional pada anak didik telah dikembangkan melalui interaksi anak dengan teman-temannya kemampuan anak dalam berbicara juga ikut terstimulasi, dan mengajarkan anak didik untuk membuang sampah pada tempatnya sebab anak didik diajarkan untuk menjaga kebersihan dimanapun mereka berada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/guruu.jpg)