Anies Baswedan

Kontroversi Batik Bawahan atau Kemeja, Begini Kata Capres Nasdem Anies Baswedan

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengunggah lagi foto dia mengenak batik berwarna kuning sembil membaca koran di akun Instagram @aniesbaswedan.

Editor: Lodie Tombeg
TribunGorontalo.com/@aniesbaswedan
Anies Baswedan mengenakan batik. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengunggah lagi foto dia mengenak batik berwarna kuning sembil membaca koran di akun Instagram @aniesbaswedan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kontroversi batik kembali diperjelas oleh capres Partai Nasdem Anies Baswedan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengunggah lagi foto dia mengenak batik berwarna kuning sembil membaca koran di akun Instagram @aniesbaswedan.

Postingan repost konten yang diunggah 2 Oktober 2018 itu telah di-like 59.637 dan mendapatkan 1.478 komentar dari netizen.

Pada postingan tersebut Anies menyertakan penjelasan. Berikut kutipan dari @aniesbaswedan:

"Tradisi pada awalnya adalah terobosan. Sebuah terobosan yang kemudian diterima, diakui hingga menjadi kebiasaan baru.

Batik asalnya digunakan sebagai kain 'jarik' (bawahan). Pakemnya dulu, kaum lelaki selalu memakai baju kemeja polos atau pun lurik dan tidak berkemaja dengan motif 'gambar'.

Suatu saat ada yang mengambil langkah kebaruan. Perancang busana menggunakan kain hasil membatik itu bukan sebagai jarik, tapi jadi kemeja bagi lelaki.

Mengejutkan karena menerobos kebiasaan, menerobos tradisi. Pasti banyak pihak menyebut itu adalah 'pelanggaran pakem'.

Kini pelanggaran itu tak lagi diketahui dan diingat. Bahkan kini kemeja Batik sudah jadi 'tradisi' baru yang memajukan kebudayaan Batik sampai ke dunia internasional.

Terus meneruslah melakukan terobosan, yang membawa kebaruan dalam budaya. Tentu setelah terlebih dahulu melalui proses mengenal dan memahami tradisi yang ada.

Karena itu jangan katakan bahwa kita berkomitmen untuk sekadar melestarikan budaya, tapi katakanlah kita bertekad mengembangkan dan memajukan budaya.

Selamat Hati Batik!"

Penjelasan capres Nasdem itu mendapat dukungan dari para netizen.

Misalnya akun @jugihandoko menulis "Cek google foto kerajaan Surakarta tempo dulu, memang batik dipakai di sarung bukan baju, tenang pak Anies, rakyat sudah pintar karena 20 persen APBN untuk pendidikan di zaman SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)"

@endang_koja: "Sukses terus untuk pak Anies Baswedan, batik Betawinya bagus tuh, semoga makin jaya batik Betawi, sebagaimana semboyan Jakarta 'Jaya Raya'"

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved