Banjir Boalemo
Total 6.612 Warga Terdampak Banjir Bandang Boalemo-Gorontalo, Korban Butuh Air Bersih dan Pakaian
Ribuan warga terdampak itu terbagi di lima desa yang berada di dua kecamatan. Secara rinci, warga terdampak di Desa Piloliyanga 616 KK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/18122022_banjir-Boalmeo-004.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Jelang Minggu dini hari (18/12/2022) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boalemo, Gorontalo mencatat, ada 2061 Kepala Keluarga (KK) atau 6612 jiwa terdampak banjir bandang di wilayah itu.
Ribuan warga terdampak itu terbagi di lima desa yang berada di dua kecamatan. Secara rinci, warga terdampak di Desa Piloliyanga 616 KK atau 2.132 JIWA; Desa Limbato 427 KK atau 1.321 JIWA, Desa Mohunggo 450 KK atau 1350 jiwa, Desa Hungayonaa 25 KK atau 125 jiwa, Desa Lamu 53 KK atau 214 jiwa, dan di Kecamatan Dulupi 490 KK atau 1470 jiwa.
Menurut Mans Mopangga, Kepala BPBD Boalemo, penyebab banjir adalah intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan Sungai Tilamuta dan Sungai Tohulito meluap.
“Tadi itu tinggi air sudah setinggi dada orang dewasa. Makanya kami tadi kerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga,” ungkap Mans Mopangga dihubungi via whatsapp, Sabtu (17/12/2022).
Menurut dia, luapan air dua sungai itu terjadi sejak pukul 17.00 Wita. Hingga 20.00 Wita, air terus menerjang permukiman warga, hingga menyebabkan pihaknya melakukan evakuasi.
Beruntung kata dia, saat ini air perlahan mulai surut, terutama di Desa Mohungo yang posisinya berada di jalan poros utama Kecamatan Tilamuta, Boalemo.
Meski begitu kata Mans, saat ini ia menerima kabar air mulai naik di dua desa di Kecamatan Dulupi, yakni Desa Tabongo dan Desa Dulupi.
Dua desa ini memang tidak dilaporkan sejak awal, karena memang tidak terdampak. Baru-baru ini, ia mengetahui jika dua desa itu juga ikut diterjang banjir. Namun ia belum memastikan kondisinya saat ini.
Man mengaku, saat ini ia bersama tim BPBD tengah melakukan distribusi makanan siap saji. Makanan bungkus yang dimasak di dapur umum yang dikelola Dinas Sosial setempat.
“Saat ini saya bersama tim sedang membagikan nasi bungkus untuk para korban terdampak.” tukas Mans yang lantas izin mematikan ponsel karena sedang sibuk membagikan bantuan makanan kepada warga.
Sebelumnya diberitakan, sejak sore, saat air banjir menerjang, jalan poros utama Jl Trans Sulawesi tidak dapat dilalui. Karena itu, pengendara dari arah Kabupaten Pohuwato ke Kota Gorontalo ataupun Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tidak dapat melintas.
Jalan poros utama itu membentang di tengah Desa Mohungo yang kala itu terendam banjir hingga 1 meter. Kepolisian setempat mengimbau pengendara putar balik.
Warga Terdampak Banjir Butuh Air Bersih
Seorang warga Desa Mohungo, Kecamatan Tilamuta, Boalemo-Gorontalo menjerit karena kesulitan air bersih sejak rumahnya diterjang banjir setinggi dada orang dewasa sore tadi, Sabtu (17/12/2022).
Ia adalah Muli Moito, warga Desa Mohungo. Kebetulan, rumah Muli ini terletak tidak jauh dari Sungai Tilamuta yang meluap hingga menyebabkan banjir bandang.