Alena Care Center Jadi Rumah Luka Pertama di Bone Bolango, Cegah Amputasi pada Penderita Diabetes
ACC didirikan sejak tahun 2017 dan posisinya tepat di belakang Polres Bone Bolango, Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/15122022_ACC.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa - Alena Care Center (ACC) diklaim sebagai rumah luka pertama di Kabupaten Bone Bolango. Klinik ini beralamat di Desa Duano, Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango.
ACC didirikan sejak tahun 2017 dan posisinya tepat di belakang Polres Bone Bolango, Gorontalo.
Meski begitu, ACC ini baru memiliki izin sejak 2020 dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Rumah Luka ini digagas oleh Muhammad Yusuf, Ketua InWocna (Himpunan Perawat Luka) Provinsi Gorontalo.
"Saya mulai fokus menjalankan ACC mulai Januari 2022," kata Yusuf kepada TribunGorontalo.com, Kamis (15/12/2022).
ACC buka dari Senin-Sabtu pukul 14.00-21.00 WITA. Yusuf bercerita, meski memiliki klinik rumah luka, namun sebetulnya ia cenderung menghindari perawatan luka.
"Waktu lihat ekspresi bahagia dari pasien yang sembuh, saya jadi terketuk hati. Ternyata mengobati luka itu mulia," jelas dia.
Sejauh ini, di wilayah Bone Bolango baru memiliki dua rumah luka yang mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, yakni Alena Care Center dan Azkia Wound Care.
Alena Care Center melayani perawatan luka Diabetes Melitus, luka bakar, luka post operasi, luka alergi hingga luka kecelakaan.
Ners Yusuf mengatakan, kebanyakan dia mengunjungi pasien di rumah mereka
"Karena biasanya pasien kesulitan berjalan akibat lukanya," ucap dia.
Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar ini menambahkan, dia merintis ACC guna membantu masyarakat dari amputasi akibat luka diabetes.
Disamping itu, Alena Care Center juga melayani khitan tanpa jarum suntik atau sunat lem.
Kelebihan sunat lem adalah luka cepat mengering, tak perlu memakai perban, dan si anak bisa beraktifitas seperti biasa.
Ners Yusuf berharap Alena Care Center bisa terus membantu masyarakat Gorontalo.
"Ketika pasien sembuh, itu kepuasan yang bagi saya tak terbayarkan," tutupnya. (*)