Piala Dunia 2022

Maroko vs Spanyol Piala Dunia 2022: Memberi Cinta dan Kepercayaan

Betapa rumit dan tak terduga mesin kehidupan sebenarnya, tutur Kurt Vonnegut, penulis Amerika yang dikenal karena novel-novel dan humornya yang satir.

Editor: lodie tombeg
AFP/MANAN VATSYAYANA
Penggemar Maroko menunggu dimulainya pertandingan sepak bola Grup F Piala Dunia Qatar 2022 antara Belgia dan Maroko di Stadion Al-Thumama di Doha pada 27 November 2022. 

Oleh Willy Kumurur, penikmat bola

TRIBUNGORONTALO.COM - Betapa rumit dan tak terduga mesin kehidupan sebenarnya, tutur Kurt Vonnegut, penulis Amerika yang dikenal karena novel-novel dan humornya yang satir dan kelam.

Sampai sebelum Piala Dunia 2022 digelar, Belgia menempati peringkat kedua federasi sepakbola internasional Federation Internationale de Football Association (FIFA) di bawah Brasil.

Namun penampilannya di grup F Piala Dunia di Qatar tidak mencerminkan layaknya sebagai tim papan atas dunia.

The Red Devis (Setan Merah) -julukan Belgia- dihajar 0-2 oleh tim peringkat 22 dunia, Maroko.
Kemenangan Maroko atas Belgia mengakibatkan pecahnya kerusuhan di Brussel, ibu kota Belgia, dan di Antwerpen, di utara Belgia.

Polisi anti huru-hara yang dikerahkan untuk mengamankan pertokoan menjelang Natal di pusat kota, dialihkan guna memadamkan kerusuhan suporter Belgia.

Water cannon dan gas air mata terpaksa dikeluarkan guna membubarkan kerumunan massa; dan polisi juga terpaksa menutup beberapa jalur transportasi umum.

Suporter kecewa atas performans buruk Kevin de Bruyne dan kawan-kawan yang tak sanggup mengatasi Maroko.

Pada akhirnya Maroko memuncaki klasemen grup F sekaligus menyingkirkan Belgia dari pentas Piala Dunia.

Keberhasilan Maroko lolos ke babak knock-out Piala Dunia 2022 mengingatkan fansnya pada kiprah Singa Atlas -julukan tim Maroko- di Piala Dunia 1986 yang dihelat di Meksiko.

Sebuah kenangan manis bagi pelatih Maroko saat ini, Walid Regragui.

Tiga puluh enam tahun yang lalu, Maroko begitu perkasa di Meksiko. Regragui baru berusia 10 tahun ketika Mohamed Timoumi, Abdelkrim Merry Krimau, dan kapten kiper Badou Zaki menginspirasi menghantarkan Singa Atlas menjadi tim Afrika pertama yang mencapai babak sistem gugur Piala Dunia.

Saat itu, Maroko menjadi juara grup dengan menahan imbang Inggris dan Polandia dan menghancurkan harapan Portugal berkat kemenangan 3-1.

“Tak ada seorangpun yang mengharapkan kami untuk mengalahkan Portugal,” ujar bek Noureddine Bouyahyaoui baru-baru ini. Di babak 16 besar di Meksiko, Maroko dihadang Jerman Barat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved