Pemkab Bone Bolango
Ayula Selatan Terpilih Jadi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak
Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengungkapkan kebijakan tentang pro-perempuan dan anak memang sudah terjamin di Bone Bolango.
TRIBUNGORONTALO.COM - Desa Ayula Selatan Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango menjadi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) tahun 2022.
Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengungkapkan kebijakan tentang pro-perempuan dan anak memang sudah terjamin di Bone Bolango.
"Itu ditunjukkan dengan proporsi dalam penyusunan anggaran atau budget," kata Hamim dalam sambutannya membuka workshop DRPPA Tingkat Kabupaten Bone Bolango, Kamis (1/12/2022).
"Semua kepala desa sudah komitmen untuk urusan perempuan dan peduli anak yang secara riil," imbuh dia.
Walaupun secara keseluruhan, dana desa itu juga untuk perempuan dan anak-anak.
Sekadar catatan, begitu Ayula Selatan ditunjuk sebagai Desa DRPPA, lanjut Hamim, kasus stunting langsung 0 persen.
Baca juga: Bank SulutGo Kabupaten Gorontalo Disebut Kerap Kehabisan Uang
"Kalau perempuan dan anak diurus, pasti angka kematian ibu atau bayi turun, stunting turun, kemiskinan turun, lapangan kerja tercipta dan desa kita insha Allah aman dan damai," jelas dia.
Atas alasan itulah pemda Bone Bolango memfokuskan banyak anggaran untuk program perempuan dan anak. Sebab, dua aspek tersebut berdampak pada banyak hal.
Untuk itu, Hamim meminta penegasan dari desa mengalokasikan dana secara riil guna kegiatan ramah perempuan dan peduli anak.
Hamim berharap di tahun akan datang, Bone Bolango dinobatkan menjadi Kabupaten layak anak.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dan Kekerasan Kementerian PPA RI, Ciput Eka Purwianti mengatakan Indonesia sebetulnya memiliki banyak upaya signifikan hingga tingkat akar rumput.
Namun, kelemahan masyarakat Indonesia adalah kurang bangga dan jarang mengekspos apa yang dilakukan.
Baca juga: Jagoan Bupati Gorontalo Tak Lolos Babak 16 Besar Piala Dunia 2022: Jerman Pulang Kampung
"Karena kita selalu menganggap apa yang kita lakukan itu biasa saja," ucap Ciput.
Padahal, kata Ciput, di negara lain saat forum internasional kerap memamerkan bagaimana mereka memberdayakan perempuan.
Sementara, menurutnya Indonesia jauh lebih baik dari negara lain.
"Saya berani bersaksi bahwa Indonesia jauh lebih baik, tetapi kita harus akui kelemahan kita tidak mendokumentasikan dengan baik," ungkap dia.
"Kita kurang mengekspos karena mungkin kita dididik untuk tidak sombong dan riya," pungkas dia.
Dia menambahkan, pihak kementerian mendorong agar tidak malu mempromosikan kinerja yang baik. Terutama mengenai pemberdayaan perempuan dan peduli anak.
"Dan salah satu upaya yang kami lakukan adalah memfasilitasi, membuat video dokumentasi dan bercerita tentang kemajuan-kemajuan yang ada di Bone Bolango," jelas Ciput.
Semua bermula dari komitmen kepala daerah dan secara operasional diterjemahkan oleh kepala dinas sosial PPA.
Kemudian, Kepala Dinas PMD dan juga Kepala Bappeda, didukung dari kepala desa bersama mengolah semua itu menjadi komitmen berkelanjutan.
"Itu semua diuji dalam program dan akan berimbas pada anggaran," tutur Ciput.
Anggaran di Indonesia bagi Ciput tak pernah cukup. Namun, dengan kesungguhan hati,kerja sama, segala keterbatasan pasti semuanya mampu memberikan yang terbaik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2122022_file.jpg)