Kemenkes Turun ke Gorontalo, Cek Bebas Frambusia di Tiga Kabupaten
Regina Tiolina, Ketua Tim Kerja NTD (Neglected Tropical Disease) atau Penyakit Tropis Terabaikan Kemenkes RI mengatakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/26112022_Frambusia.jpg)
Dilansir dari alodokter, Frambusia atau yaws terjadi akibat infeksi bakteri Treponema pallidum pertenue. Bakteri penyebab frambusia dapat masuk ke dalam tubuh seseorang melalui luka terbuka atau goresan di kulit. Cara penularannya adalah melalui kontak langsung dengan ruam kulit pada penderita frambusia.
Meski sama-sama disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, frambusia tidak menular melalui hubungan seksual seperti halnya sifilis. Frambusia juga tidak ditularkan dari ibu ke janin pada masa kehamilan atau persalinan. (*)