Arti Kata
Merlan Uloli Sebut Angka Kasus Stunting Anak-anak di Bone Bolango Cukup Tinggi, Apa Itu Stunting?
Wakil Bupati Bone Bolango Merlan S Uloli di Gorontalo menyebut ada lebih dari 60 anak yang menderita stunting di wilayahnya, apa itu Stunting?
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi-dan-ibu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Merlan S Uloli, Wakil Bupati Bone Bolango di Gorontalo mengungkapkan terdapat 66 anak di wilayahnya yang masuk dalam kategori stunting.
Menurut Merlan, angka kasus stunting di Kabupaten Bone Bolango tersebut cukuplah tinggi.
Apa Itu Stunting?
Dilansir TribunGorontalo.com dari laman World Health Organization (WHO), Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat.
Baca juga: Tiga Potensi Kasus Stunting di Bone Bolango, Dinas Sosial P3APPKB Segera Bergerak
Anak-anak dikategorikan stunting jika tinggi badan-untuk-usia mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO.
Stunting pada awal kehidupan, khususnya pada 1000 hari pertama sejak konsepsi hingga usia 2 tahun, gangguan pertumbuhan memiliki konsekuensi fungsional yang merugikan pada anak.
Beberapa konsekuensi tersebut termasuk kognisi dan kinerja pendidikan yang buruk, upah orang dewasa yang rendah, dan kehilangan produktivitas.
Selain itu apbila disertai dengan kenaikan berat badan yang berlebihan di masa kanak-kanak, peningkatan risiko penyakit kronis terkait gizi dapat muncul di masa dewasa.
Baca juga: 66 Anak di Botupingge-Gorontalo Berkategori Stunting, Begini Langkah Pemkab Bone Bolango
Pertumbuhan linier pada anak usia dini merupakan penanda kuat pertumbuhan yang sehat mengingat hubungannya dengan risiko morbiditas dan mortalitas, penyakit tidak menular di kemudian hari, serta kapasitas belajar dan produktivitas.
Hal ini juga terkait erat dengan perkembangan anak dalam beberapa domain antara lain kemampuan kognitif, bahasa dan sensorik-motorik.
Stunting di Gorontalo
Diberitakan sebelumnya, menyusul tingginya kasus stunting di Bone Bolango, Merlan meminta para pihak terkait untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak penderita gangguan pertumbuhan itu.
Baca juga: Danrem Amrin Ibrahim Jadi Bapak Asuh Anak Stunting Provinsi Gorontalo
Hal tersebut disampaikan Merlan saat membuka Deklarasi Kawasan Bebas Stunting di Kantor Desa Timbuolo Tengah, Kecamatan Botupingge, Bone Bolango pada Selasa (22/11/2022) lalu.
"Anak-anak yang kemarin masuk dalam daftar stunting dilihat perkembangannya," kata Merlan dalam sambutannya.
Merlan juga meminta pihak Puskesmas untuk bekerja sama dengan bidan desa serta tenaga ahli gizi dalam rangka terus menyisir para penderita stunting.
Baca juga: Apa Itu Gagal Ginjal Akut? Penyakit yang Secara Misterius Serang Anak-anak di Indonesia
"Tugas mereka ini mendampingi kesehatan, khususnya anak-anak stunting. Agar nama yang masuk daftar ini tidak ada lagi," tutur Merlan.
Eks Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura ini menambahkan bahwa semua pihak memang harus bahu-membahu demi mewujudkan kawasan Botupingge bebas stunting.
Lebih lanjut Merlan mengenang bagaimana semua elemen di Bone Bolango mulai dari pemerintah hingga TNI-Polri bersatu dalam pelaksanaan vaksin Covid-19.
Baca juga: Apa Itu Etilen Glikol? Senyawa Kimia di Obat Sirup yang Diduga Sebabkan Gagal Ginjal Akut Anak
"Jadi memang kalau mau daerah itu sukses harus bersatu semuanya, bukan hanya melibatkan pemerintah saja," ungkap Merlan.
Merlan menyebutkan bahwa jumlah warga di Kecamatan Botupingge 1.801 orang.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, lanjutnya, terus menggenjot guna menurunkan persentase stunting hingga 0 persen.
Baca juga: Apa Itu Fomepizole? Obat Penawar Gagal Ginjal Akut yang Bakal Dibagikan Pemerintah Gratis
Merlan pun mengapresiasi langkah kecamatan Botupingge berani mendeklarasikan kawasan bebas stunting.
Tetapi, Merlan ingin Pemerintah Kecamatan Botupingge juga mengentas kemiskinan dan menangani kasus buang air besar (BAB) sembarangan.
"Tentunya ini harus diikuti yang lain, agar Botupingge bebas stunting, Kemiskinan, dan BAB sembarangan," jelas Merlan.
Baca juga: Gempa Cianjur Bermagnitudo 5,6 Telan 268 Jiwa, Apa Itu Magnitudo dan Bedanya dengan Skala Richter?
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A PPKB menilai deklarasi kawasan bebas stunting merupakan semangat dari pemerintah kecamatan Botupingge bersama stakeholder lainnya.
"Ini adalah cambuk supaya Kecamatan Botupingge itu benar-benar akan menerapkan kawasan bebas stunting," ucap Lukman kepada awak media.
Lukman menyatakan bahwa beberapa komponen penunjang keberhasilan bebas stunting seperti makanan bergizi, kesehatan reproduksi, penundaan usia kawin, air minum dikonsumsi benar-benar harus diperhatikan.
"Jadi semangat ini memang semangat nekat. Tetapi, ini didukung oleh stakeholder dan masyarakat Kecamatan Botupingge," terangnya.
Adapun berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BPTP Provinsi Gorontalo, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Camat Botupingge, Kapolsek Botupingge, dan Danpos.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar/Fajri A. Kidjab)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribungorontalo.com dengan judul 66 Anak di Botupingge-Gorontalo Berkategori Stunting, Begini Langkah Pemkab Bone Bolango