Pemkab Bone Bolango

66 Anak di Botupingge-Gorontalo Berkategori Stunting, Begini Langkah Pemkab Bone Bolango

Ada puluhan anak di Botupingge-Bone Bolango berkategori stunting. Merlan pun meminta agar angka ini tidak disepelakan.

TribunGorontalo.com
Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli saat membuka Deklarasi Kawasan Bebas Stunting di Kantor Desa Timbuolo Tengah, Kecamatan Botupingge Kabupaten Bone Bolango, Selasa (22/11/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Wakil Bupati Bone Bolango Merlan S Uloli membeberkan, ada 66 anak di Kecamatan Botupingge yang berkategori stunting

Angka ini cukup tinggi menurutnya. Karena itu, ia meminta para pihak terkait, melakukan pengawasan terhadap anak-anak tersebut. 

Adapun hal itu diungkapkan Merlan saat membuka Deklarasi Kawasan Bebas Stunting di Kantor Desa Timbuolo Tengah, Kecamatan Botupingge Kabupaten Bone Bolango, Selasa (22/11/2022).

"Anak-anak yang kemarin masuk dalam daftar stunting dilihat  perkembangannya," ucap Merlan dalam sambutannya.

Merlan pun meminta pihak Puskesmas bekerja sama dengan bidan desa serta tenaga ahli gizi supaya terus menyisir para penderita stunting.

"Tugas mereka ini mendampingi kesehatan, khususnya anak-anak stunting. Agar nama yang masuk daftar ini tidak ada lagi," jelas dia.

Eks Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura ini menambahkan, semua pihak memang harus bahu-membahu demi mewujudkan kawasan Botupingge bebas stunting.

Merlan mengenang bagaimana semua elemen di Kabupaten Bone Bolango mulai dari pemerintah hingga TNI-Polri bersatu dalam pelaksanaan vaksin Covid-19.

"Jadi memang kalau mau daerah itu sukses harus bersatu semuanya, bukan hanya melibatkan pemerintah saja," imbuh Merlan.

Dia menuturkan jumlah warga di Kecamatan Botupingge 1.801 orang.

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, kata dia,  terus menggenjot guna menurunkan persentase stunting hingga 0 persen.

Dirinya pun mengapresiasi langkah kecamatan Botupingge berani mendeklarasikan kawasan bebas stunting.

Namun, Merlan ingin Pemerintah Kecamatan Botupingge juga mengentas kemiskinan dan menangani kasus buang air besar (BAB) sembarangan.

"Tentunya ini harus diikuti yang lain, agar Botupingge bebas stunting, Kemiskinan, dan BAB sembarangan," ucapnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Sosial P3A PPKB menganggap deklarasi kawasan bebas stunting merupakan semangat dari pemerintah kecamatan Botupingge bersama stakeholder lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved