Anggaran Rp 1 Miliar Disiapkan untuk Proyek Jalan Menuju Desa Pinogu-Gorontalo
Pembangunan jalan menuju Desa Pinogu akan bekerja sama dengan Kodim 1304 Gorontalo. Proyek itu akan dikerjakan dalam program TNI Manunggal Membangun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/24112022_Desa-Pinogu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa - Pemerintah Bone Bolango menyiapkan dana Rp 1 miliar untuk membangun akses menuju Desa Pinogu.
Pembangunan jalan menuju Desa Pinogu akan bekerja sama dengan Kodim 1304 Gorontalo. Proyek itu akan dikerjakan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Rencananya TMMD ini akan dimulai pada Maret 2023 nanti, artinya pembangunan jalan menuju Pinogu dimulai di waktu yang sama.
"Ini memang kami sadar bahwa kita sangat membutuhkan kemanunggalan pemerintah daerah dengan TNI ini," kata Wakil Bupati Bone Bolango Merlan Uloli usai mengikuti rapat Rapurna TMMD di Kodim 1304/Gorontalo, Kamis (24/11/2022).
Dalam kesempatan yang sama, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen Amrin Ibrahim mengatakan, program TMMD sebelumnya dilaksanakan di Asparaga, Kabupaten Gorontalo dengan anggaran Rp 1 Miliar.
"Tadi penekanan dari bapak kepala staf angkatan darat agar supaya kita mengoptimalkan untuk membantu masyarakat, jelas Amrin kepada TribunGorontalo.com.
Rapat Rapurna TMMD turut dihadiri Unsur Bappeda-Litbang, Dinas PUPR dan Perumahan Rakyat dan Dinas Pemdes.
Profil Pinogu
Melansir BPSHILHK, Pinogu secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Luas wilayah Kecamatan Pinogu 406,78 km2 yang terbagi ke dalam lima desa yaitu Pinogu Induk, Bangiyo, Pinogu Permai, Dataran Hijau, dan Tilongkabila.
Masyarakat Pinogu hidup secara sederhana dan jauh dari kota dengan akses ke Desa Pinogu yang terbilang sulit yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki melewati kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).
Desa Pinogu dapat ditempuh 8 jam jalan kaki, atau menggunakan kendaraan bermotor dengan jarak tempuh sekitar 40 km dari Desa Tulabolo.
Isdomo Yuliantoro, peneliti Sosiologi Kehutanan di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado (BP2LHK Manado) dalam penelitiannya yang telah dipublikasikan di Jurnal Wasian Vol.6 No.2 tahun 2020 mengatakan, bahwa masyarakat Pinogu sebagian besar menggantungkan hidup dari pertanian dan pengolahan hasil hutan.
“Keterbatasan akses terhadap dunia luar menjadi alasan kuat mengapa masyarakat Pinogu memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap sumberdaya hutan,” ujar Isdomo. (*)