Rabu, 4 Maret 2026

PIlpres 2024

'Perang' Survei Pilpres 2024: INES Unggulkan Airlangga Hartarto, SMRC Ganjar Pranowo

Jajak pendapat terbaru, Indonesia Network Election Survei (INES) menemukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto paling dipilih responden.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto 'Perang' Survei Pilpres 2024: INES Unggulkan Airlangga Hartarto, SMRC Ganjar Pranowo
Kolase TribunGorontalo.com
Airlangga Hartarto dan Ganjar Pranowo. Jajak pendapat terbaru, Indonesia Network Election Survei (INES) menemukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto paling dipilih responden sebagai presiden. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Lembaga survei berlomba-lomba meneliti popularitas dan elektabilitas figur capres - cawapres potensial di Pilpres 2024.

Jajak pendapat terbaru, Indonesia Network Election Survei (INES) menemukan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto paling dipilih responden sebagai presiden.

Hasil berbeda dipublikasikan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Temuan lembaga survei ini, sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo unggul dari Mentari Pertahanan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Perbedaan hasil survei menurut Founder dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali disebabkan sejumlah aspek.

"Pertama adalah momentum pelaksanaan hasil survei. Jadi survei bulan Januari hasilnya pasti beda dengan bulan Februari, Maret, dan lain-lain," kata Hasanuddin saat acara diskusi bertajuk "Analisis Hasil Survei: Mengapa Bisa Beda?", di Upnormal Coffee, Cikini, Jakarta Pusat pada 2019 lalu.

Kemudian, metode pengambilan sampel juga akan menentukan hasil survei tersebut. Aspek ketiga yang memengaruhi adalah bentuk pertanyaan yang diajukan lembaga survei kepada respondennya.

Hasanuddin berpandangan bahwa perbedaan hasil tersebut tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

Direktur Eksekutif Indonesia Network Election Survei (INES), Nugraheni Kartika Dewi menjelaskan, metodologi yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif.

Tujuannya agar hasil penelitian mendapatkan data komprehensif yang mampu memberikan gambaran dalam bentuk nominal yang terukur dan akurat. 

Nugraheni menyampaikan teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain mengunakan angket berupa kuisioner kemudian dilakukan observasi. 
 
"Penelitian ini mengunakan jumlah sample sebanyak 2180 responden di 400 Kabupaten/ Kota yang sudah memiliki Hak pilih saat penelitian dilakukan penarikan sample mengunakan metode multistage random sampling dan hasil Penelitian ini memiliki Tingkat Kepercayaan 95 persen dengan margin of error +/- 21 persen," kata Nugraheni dalam keterangan tertulis pada Rabu (16/11/2022). 
 
Sementara itu, hasil sampel penelitian yang berjumlah 2180 responden di 400 Kabupaten/ Kota menghasil sejumlah temuan. 

Diketahui, sebanyak 69,3 persen responden merupakan pengguna aktif media sosial, 20,9 persen merupakan pengguna pasif dan 9,8 persem sama sekali tidak aktif. 

Hasil penelitian juga mendapati bahwa 64,4 persen mendapatkan pesan dan info yang berhubungan dengan politik dan pemerintahan dari media sosial.

Selanjutnya, sebanyak 19,2 persen bukan dari media sosial dan sebanyak 16,4 persen tidak mendapatkan pesan dan info politik

"Dari simulasi nama-nama tokoh yang disodorkan pada 2.180 responden terkait preferensi responden untuk memilih presiden jika pilpres digelar pada hari ini maka dalam penelitian ini didasarkan pada personal kandidat, meliputi rekam jejak kepemimpinan, kemampuan menjalin relasi dengan masyarakat dan lawan politik, Karisma, kewibawaan, ketegasan tokoh," paparnya.

Hasilnya survei INES:

- Airlangga Hartarto 20,3 persen

- Prabowo Subianto 19,6 persen

- Ganjar Pranowo 8,6 persen

- Andika Perkasa 6,3 persen

- Sri Mulyani 6,2 persen

- Erick Thohir 4,2 persen

- Sandiaga Uno 3,4 persen

- Khofifah Indar Parawansa 3,3 persen

- Anies Baswedan 3,1 persen

- Puan Maharani 1,9 persen

- Muhaimin Iskandar 1,7 persen

- Agus Harimurti Yudhoyono 1,2 persen

- Tidak memilih 20,2 persen

Menanggapi survei INES, Pengamat politik dari Peneliti Spektrum Politika Institute Sumatera Barat, Hairunnas mengatakan survei tersebut menjadi bukti pemilih masih melihat sosok Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024.
 
"Airlangga Hartarto memiliki peluang besar untuk menang di Pilpres 2024,karena sosok Airlangga telah membuktikan kinerjanya kepada masyarakat, " kata Hairunnas kepada wartawan, Rabu. 
 
Menurut dia meskipun muncul nama beberapa tokoh lainnya seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Puan Maharani, Muhaimin Iskandar, Agus Yudhoyono, namun nama Airlangga tetap menjadi peluang besar untuk dipilih oleh masyarakat pada Pilpres 2024.
 
"Walaupun ada beberapa tokoh lainnya, tetapi Airlangga tetap mendapat peluang besar untuk di pilih masyarakat sebagai Capres 2024," ucap Hairunnas. 


 
Tak hanya itu, elektabilitas Airlangga juga sangat tinggi, sehingga banyak pemilih lebih melirik sosok Airlangga sebagai Capres 2024.

SMRC merilis hasil jajak pendapat terkait Pemilu dan Pilpres 2024

Hasilnya Partai Golkar akan meraup 11 persen suara dalam Pileg 2024 dan menempati posisi ketiga sesudah Partai Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP).

Namun perolehan suara Golkar di Pileg 2024 bisa semakin besar jika parpol yang dipimpin Airlangga Hartarto itu mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres. 

Direktur Eksekutif SMRC, Saiful Mujani menjelaskan jika partai mengusung Ganjar, maka Golkar akan mendapatkan 17 persen suara pemilih. 

Survei ini menemukan bahwa Ganjar memiliki efek positif pada penguatan suara Golkar. 

Di sisi lain hasil survei juga memuat suara PDIP menjadi turun dari 25 persen jika Golkar mencalonkan Ganjar. Hal ini lantaran para pendukung Ganjar akan beralih mendukung Golkar dalam Pileg.

"Kalau Ganjar dicalonkan oleh Golkar, dia mengajak (sebagian) pemilihnya pergi ke Golkar," ujar Saiful dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/11/2022).

Lebih jauh Saiful menjelaskan peta kekuatan politik partai mengalami perubahan, jika Golkar mencalonkan Ganjar.

Hasil survei menjelaskan Partai Gerindra, PDIP, dan Golkar menjadi berimbang. 

"Kalau PDIP ingin menjaga suaranya, mereka harus hati-hati dengan fakta ini. Jangan sampai Ganjar diambil oleh partai lain." ujarnya. 

Bagaimana jika Golkar tetap mengusung Airlangga sebagai capres. 

Hasil survei SMRC menyatakan peningkatan suara yang didapat hanya 13 persen.

Menurut Mujani, Airlangga tidak memiliki efek positif maupun negatif terhadap suara partai Golkar. 

Karena itu, jika Golkar mencalonkan Airlangga, kemungkinan menaikkan suara Golkar tidak terjadi.
 
Hal ini lebih baik jika Golkar mengusung Erick Thohir sebagai capres Golkar. 

Golkar tidak mendapatkan efek positif jika nama Erick Thohir dijagokan sebagai capres. 

Menurutnya Golkar hanya mendapatkan 11 persen. "Jadi Tidak bergeming sama sekali. Airlangga tadi dari 11 persen menjadi 13, ini 11 ya 11," ujar Mujani. 

Survei ini menggunakan sample 267 dari 1.220 responden, sehingga margin of error-nya sekitar 6,1 persen, umumnya margin of error survei nasional SMRC sekitar 3 persen.


Adapun metode yang digunakan adalah eksperimental menguji efek pencalonan presiden terhadap elektabilitas partai. 

Para responden secara acak dibagi dalam empat kelompok (kontrol, treatment 1, treatment 2, dan treatment 3).

Setiap responden mendapatkan pertanyaan sesuai dengan kelompoknya.
 
Survei ini menggunakan teknik wawancara tatap muka pada 3-9 Oktober 2022. 

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

(*)



Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Survei SMRC: Golkar Berpeluang Menang Pileg Jika Usung Ganjar Jadi Capres 2024

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved