Sabtu, 7 Maret 2026

Pengadilan Belanda: Malaysia Airlines MH17 Ditembak Jatuh Rudal, Jenderal Rusia Terlibat

Selama 8 tahun misteri, pesawat Malaysia Airlines MH17 dinyatakan ditembak jatuh rudal buatan Rusia.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Pengadilan Belanda: Malaysia Airlines MH17 Ditembak Jatuh Rudal, Jenderal Rusia Terlibat
Kolase TribunGorontalo.com
Ilustrasi pesawat jatuh. Selama 8 tahun misteri, pesawat Malaysia Airlines MH17 dinyatakan ditembak jatuh rudal buatan Rusia. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Selama 8 tahun misteri, pesawat Malaysia Airlines MH17 dinyatakan ditembak jatuh rudal buatan Rusia.

Pesawat ditembakkan dari sebuah lokasi di Ukraina timur pada 2014. Sebanyak 283 penumpang dan 15 awak pesawat meninggal dalam tragedi itu.

Seorang jenderal Rusia diduga menjadi figur kunci dalam penyelidikan tertembaknya Malaysia Airlines MH17 2014 silam.

Demikian disampaikan oleh pengadilan Belanda yang menangani persidangan keempat tersangka dalam kasus jatuhnya pesawat tersebut pada Kamis (17/11/2022).

“Pengadilan berpendapat bahwa MH17 dijatuhkan oleh tembakan rudal BUK dari ladang pertanian dekat Pervomaisk, menewaskan seluruh 283 penumpang dan 15 awak pesawat,” ungkap Hakim Ketua Hendrik Steenhuis.

Putusan itu dikeluarkan lebih dari delapan tahun setelah pesawat Boeing 777 yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu jatuh di Ukraina, menewaskan 298 orang di dalamnya.

Ledakan di udara disusul jatuhnya pesawat itu pada 17 Juli 2014 terjadi di tengah konflik antara para pemberontak pro-Rusia dan pasukan Ukraina.

Steenhuis mengatakan, pengadilan meyakini Rusia memegang kendali penuh atas pasukan pemberontak di Ukraina timur kala itu.

Puing pesawat dan jasad korban terserak di atas lahan pertanian dan ladang bunga matahari.

“Sejak pertengahan Mei 2014, Rusia disebut-sebut memiliki kendali penuh atas Republik Rakyat Donetsk,” kata Steenhuis, merujuk pada wilayah di mana pesawat komersial itu ditembak jatuh.

Pengadilan kemudian memutus bersalah dua warga negara Rusia dan seorang warga Ukraina pro-Moskwa secara in absentia, karena para terdakwa tidak hadir di persidangan, atas pembunuhan semua penumpang dan awak pesawat MH17 dan memvonis mereka hukuman penjara seumur hidup.

Sementara itu, seorang lagi warga Rusia dibebaskan karena kurang bukti.

Terdakwa paling senior yang dihukum adalah Igor Girkin, mantan kolonel Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) berusia 51 tahun.

Pada saat kejadian, dia adalah menteri pertahanan dan komandan angkatan bersenjata Republik Rakyat Donetsk, entitas yang memproklamasikan diri memiliki kedaulatan sendiri, yang merupakan wilayah jatuhnya pesawat.

Girkin dilaporkan saat ini terlibat dalam perang Rusia di Ukraina.

Selain dirinya, anak-anak buahnya juga diputus bersalah, yaitu Sergey Dubinskiy dan Leonid Kharchenko, warga Ukraina yang disebut jaksa merupakan komandan unit penyerang pasukan pemberontak pro-Rusia, yang menerima perintah langsung dari Dubinskiy.

Oleg Pulatovis, satu-satunya terdakwa yang dibebaskan, diwakili pengacara di persidangan.

Mereka menuduh para jaksa “berpandangan sempit” karena mendasarkan kasus mereka pada temuan-temuan penyelidikan internasional tanpa mempedulikan kemungkinan penyebab lainnya.

Moskwa telah berulang kali menolak bertanggung jawab atas jatuhnya penerbangan MH17.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, pihaknya akan “meneliti” pendapat pengadilan Belanda tersebut.

Dalam jumpa pers di Moskwa, wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Ivan Nechaev mengatakan kepada wartawan, “Kami akan mempelajari putusan ini karena dalam semua masalah hukum ini, setiap nuansa penting. Setelah mempelajari dokumen hukum itu, kami mungkin akan siap berkomentar”.

Jenderal Rusia Dituduh Izinkan Kirim Rudal

Berdasarkan situs investigasi Bellingcat, nama perwira tinggi itu adalah Kolonel Jenderal Andrey Ivanovich Burlaka dari dinas rahasia (FSB).

Dilansir Sky News Selasa (28/4/2020), penyelidik ingin jenderal Rusia itu dibuka identitasnya sebagai bagian dari penyelidikan mereka.

Penyelidik mengklaim Burlaka adalah pejabat krusial untuk mengawasi pergerakan senjata dari Negeri "Beruang Merah" ke Ukraina.

Karena itu, dia dituding mempunyai kewenangan terkait transfer rudal Buk yang menghantam pesawat Malaysia Airlines MH17 ketika melewati perbatasan.

Jenderal Burlaka merupakan pejabat militer paling senior Rusia yang masuk ke dalam radar investigasi jatuhnya MH17 pada 17 Juli 2014.

Selain itu, dia merupakan wakil kepala FSB, organisasi telik sandi yang ditakuti dan hanya menjawab panggilan dari Presiden Vladimir Putin.

Enam tahun silam, 283 penumpang dan 15 awak kabin tewas ketika pesawat dihantam sistem pertahanan permukaan ke udara Buk dari kelompok separatis Ukraina.

Moskwa membantah segala keterlibatan mereka, dan disebutkan merilis pernyataan bertolak belakang sebagai respons bantahan mereka.

Kremlin dituduh melakukan taktik misinformasi setelah tragedi itu menyebar untuk mencuatkan keraguan dan kebingungan akan dugaan peran mereka.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengadilan Belanda Konfirmasi Malaysia Airlines MH17 Ditembak Rudal Buatan Rusia"

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved