Limboto Express
Kadis Kominfo Gorontalo Mengaku Transparan dalam Penjualan Mesin Limboto Express
Sumanti mengungkapkan, skenario dalam penjualan aset itu dirapatkan bersama seluruh staf Kominfo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/17112022_mesin-Limboto-Express.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Kabupaten Gorontalo mengaku transparan dalam penjualan aset Limboto Express.
Secara teknis, aset Limboto Express itu berupa mesin cetak koran.
Sumanti mengungkapkan, skenario dalam penjualan aset itu dirapatkan bersama seluruh staf Kominfo.
Hasil dari penjualan pun disampaikan di rapat. Artinya penjualan ini bukan lahir dari inisiatif perorangan saja.
Apalagi kata Sumanti, penjualan aset Limboto Express digunakan untuk pembangunan masjid.
"Saat peletakan batu pertama pembangunan masjid pun saya sampaikan ini hasil dari penjualan mesin, tidak ada yang kita tutupi, mulai dari tahapan, proses hingga hasil," ungkap dia, Kamis (17/11/2022).
Sumanti bahkan mengaku, ide penjualan mesin Limboto Express itu usulan dari staf Kominfo Kabupaten Gorontalo..
"Waktu itu saya bilang, kan panitia pembangunan masjid sudah ada, bagaimana kita mau cari dana, sebab pengalaman kita sejauh ini hanya bersumber dari proposal, dan saat itu juga Muncullah saran itu, bahwa di dalam gudang itu masih ada besi-besi dan sudah lama juga tidak digunakan, kalau bagaimana kita carikan pembelinya," tuturnya.
Menanggapi saran dari para staf, Sumanti mengatakan segera tanyakan ke bagian aset apakah barang ini masuk dalam aset.
Saat dilakukan pengecekan ternyata barang itu tidak masuk di dalam sistem aset. Karena itu, pihaknya menjual aset tanpa mekanisme resmi serupa aset daerah.
Mesin Cetak Tidak Utuh
Sumanti Maku menjelaskan, dirinya menjual penggalan-penggalan mesin saja. Jadi bukan mesin utuh seperti narasi yang beredar.
Sejak dirinya mulai berkantor di Kominfo usai dialihkan dari dinas BPBD, tidak melihat mesin utuh di dalam gudang Limboto Express.
Kata Sumanti, jelas saat berkantor di Kominfo dan mulai melakukan pembersihan gudang tersebut, kondisi mesin sisa penggalan kecil.
“dan mesin utuhnya itu tidak ada. Hanyalah rangka daripada mesin.” katanya.