Senin, 9 Maret 2026

Gorontalo Diminta Terapkan 6 Upaya Ini untuk Mencegah Inflasi Jelang Nataru

Enam upaya ini sebetulnya kata dia, sudah dilaksanakan di beberapa daerah dan terbukti bisa mengendalikan inflasi. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Gorontalo Diminta Terapkan 6 Upaya Ini untuk Mencegah Inflasi Jelang Nataru
TribunGorontalo.com/Wawan Akuba
Seorang pedagang di sebuah pasar di Gorontalo. Tengah menjual cabai. Komoditi cabai kerap jadi penyebab inflasi di Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Gorontalo diminta menerapkan 6 upaya konkrit untuk penanggulangan inflasi. 

"Jika semua daerah melaksanakan enam indikator ini, tidak tertutup kemungkinan inflasi kita bisa turun," kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), John Wempi Wetipo, Senin (14/11/2022) dilansir dari Info Publik.

Adapun 6 upaya ini yakni, pertama operasi pasar murah. Kedua sidak pasar dan distributor agar tidak menahan harga barang.

Ketiga, kerja sama dengan penghasil komoditi. Keempat gerakan menanam. Kelima merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT), dan keenam dukungan transportasi APBD.

Enam upaya ini sebetulnya kata dia, sudah dilaksanakan di beberapa daerah dan terbukti bisa mengendalikan inflasi. 

Contohnya di Papua Barat yang bisa menurunkan inflasi dengan enam indikator ini.

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ada tiga komoditas yang alami inflasi. Di antaranya bawang merah, telur ayam ras dan daging ayam ras.

Pemerintah Gorontalo dalam menekan inflasi, melakukan pasar murah. Rencannya, akan digelar sebanyak 18 kali. 

Misalnya Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo menggelar pasar murah di Taruna Remaja, Minggu (6/11/2022) lalu.

Pasar murah digelar dalam rangka stabilisasi harga kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi daerah serta menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Turut disediakan 2500 kupon dibagikan kepada masyarakat, agar dapat digunakan pada pasar murah.

Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer berencana akan membuka pasar murah sebanyak 18 kali. Setiap Kabupaten/Kota mendapatkan jatah tiga kali.

Hamka menambahkan, kegiatan ini turut menekan inflasi agar dampaknya tidak terasa bagi masyarakat. Apa itu inflasi?

Mengutip laman resmi Bank Indonesia (BI) , inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

“Mudah-mudahan bermanfaat untuk bapak ibu sekalian. Kami pemerintah selalu menjaga inflasi stabilitas harga, ketika harga naik, maka kita akan melakukan intervensi demi kepentingan bapak ibu sekalian,” ujar Hamka kepada TribunGorontalo.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved