PEMPROV GORONTALO

Serapan APBD Gorontalo di Bawah 75 Persen Jelang Akhir Tahun, Gubernur Tegur Pariwisata dan PUPR

Paling mengkhawatirkan kata Hamka adalah PUPR. Sebab ini adalah OPD yang menangani pekerjaan fisik. Jika serapan rendah, artinya tak ada pekerjaan

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Anggaran APBD Provinsi Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kendati sebulan lagi akhir tahun, namun serapan APBD Gorontalo baru di bawah 75 persen. 

Inilah yang membuat Pj Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer khawatir. Ia pun mengundang OPD yang tercatat memiliki capaian serapan APBD rendah. 

OPD itu yakni Dinas PUPR, Dikbudpora, Pariwisata, Dinas Kominfo, Perindag, Setwan, DLHK dan Biro Umum.

Paling mengkhawatirkan kata Hamka adalah PUPR. Sebab ini adalah OPD yang menangani pekerjaan fisik. Jika serapan rendah, artinya tak ada pekerjaan fisik yang dibuat. 

“Saya paling khawatir di dinas PUPR. Karena ini pekerjaan fisik. Menurut saya ini kan pekerjaan rutin setiap tahun, mekanismenya harusnya sama. Mungkin tahun depan mekanisme lelang kita rubah. Minggu depan kita rapat lagi, saya cek lagi satu satu harus sudah naik realisasinya,” tegas Hamka.

Hamka pun meminta kepala OPD (kadis) yang tercatat realisasi anggaran APBD rendah, untuk mempercepat realisasi. 

kepala dinas rata rata menjelaskan, keterlambatan realisasi ini karena ketambahan anggaran pada APBD-P. Semua meyakini pada akhir november bisa sampai pada angka 80 persen.

Data dari Biro Pengendalian Ekonomi Pembangunan setda Provinsi Gorontalo menyebutkan, realisasi belanja sampai dengan tanggal 4 November 2022 masih 64,91 persen. 

Padahal ditargetkan pada 11 November harusnya berada pada 75 persen atau dibutuhkan penyerapan anggaran sekitar 214,12 miliar.

“Tadi data yang ditampilkan masih 64,91 persen serapan anggaran kita. Idealnya kalau boleh sampai 80 persen November in.” ungkap Hamka Pj Gubernur Gorontalo, Rabu (9/11/2022). 

Hamka kembali mengingatkan serapan anggaran sangat penting karena akan berpengaruh pada alokasi anggaran dari pusat. Selain itu, juga bisa mempengaruhi penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Ini yang harus dijaga yah. Saya inginkan Desember semua sudah 94 persen. Ini kita usahakan, kita pacu lagi,” tandasnya. adv(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved