Minggu, 15 Maret 2026

Pilpres 2024

Pidato Gender Jelang Pilres 2024: Puan Maharani Usap Air Mata Berulang Kali

Puan Maharani tak kuasa menahan tangis saat berpidato di Busan, Korea Selatan. Kandidat capres untuk Pilpres 2024 dari PDIP ini mendapatkan gelar.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Pidato Gender Jelang Pilres 2024: Puan Maharani Usap Air Mata Berulang Kali
tangkapan layar @puanmaharaniri
Puan Maharani saat berpidato di Busan, Korsel. Pidato Gender Jelang Pilres 2024: Puan Maharani Usap Air Mata Berulang Kali 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Puan Maharani tak kuasa menahan tangis saat berpidato di Busan, Korea Selatan.

Kandidat capres untuk Pilpres 2024 dari PDIP ini baru saja mendapatkan gelar doktor kehormatan bidang ilmu politik.

Puan pun mendedikasikan gelar itu untuk seluruh perempuan di Tanah Air.

Kejadian haru, mengusap air mata, ditayangkan dalam akun Instagram @puanmaharaniri. Beberapa video yang diunggah terkait penerimaan gelar doktor si negeri K-Pop itu.

Cukup menyita perhatian saat video Puan berpidato. Dia beberapa kali mengucap air mata dengan jarinya. Video itu telah ditonon 52.100 kali.

Puan menulis status, "Kesetaraan bukan tentang siapa mendominasi dan siapa yang didominasi. Bukan pula soal menang atau kalah. Ini semata untuk mencari keseimbangan dan menghargai harkat dan martabat manusia tanpa bias. Bila kita bisa melampaui ras, warna kulit, agama dan suku, mengapa tidak demikian halnya dengan gender?".

Ketua DPR RI Puan Maharani masuk bursa capres dari PDIP. Putri Megawati Soekarnoputri ini bersaing dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Meraih Dukungan Publik

Dukungan publik terhadap presiden perempuan mencapai 55,5 persen. Artinya, saatnya Puan Maharani maju Pilpres 2024.

Ketertarikan publik terhadap figur capres perempuan naik pada survei 3 - 18 Agustus 2022. Sebelumnya pada jajak pendapat November 2021 hanya 34,2 persen yang tertarik presiden perempuan.

Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro pun menegaskan saatnya Indonesia dipimpin presiden perempuan.

Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai Siti sudah layak memimpin negara ke depan.

Siti dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (30/10/2022), menilai Puan Maharani memiliki pengalaman cukup panjang dalam politik serta matang.

Pilpres 2024 waktu tepat untuk Puan Maharani maju ke tahapan yang lebih tinggi sebagai presiden.

Puan adalah kerinduan banyak perempuan di Indonesia yang menginginkan kepemimpinan nasional dikendalikan perempuan.

Dengan jumlah mayoritas penduduk adalah perempuan, maka sangat wajar jika perempuan harus turun gunung untuk mengambil alih kepemimpinan nasional, sehingga momentum Puan Maharani adalah saat ini.

"Ibarat buah, beliau sudah matang pohon, jadi sudah saatnya. Beliau bukan tiba-tiba muncul karena awal sekali menjadi anggota partai terlebih dahulu, maju sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ketua Fraksi, Menteri, dan saat ini Ketua DPR perempuan pertama," ungkap Siti dikutip dari Antara.

Maka dari itu, sambung dia, kini saatnya Puan menjadi presiden. Sebagai sesama perempuan, dirinya mendukung Puan maju menjadi presiden.

Siti menyebutkan masyarakat khususnya perempuan harus memiliki preferensi politik untuk memilih calon-calon presiden sesama perempuan. Hal itu bukan tanpa alasan karena sekian lama perempuan belum mendapat tempat yang benar-benar terbuka luas di masyarakat untuk menjadi pemimpin.

Kemampuan perempuan sebenarnya tidak kalah, bahkan bisa jauh melampaui laki-laki. Maka dari itu sudah seharusnya perempuan Indonesia mendukung dengan semangat perempuan dukung sesama perempuan.

Lebih dari itu, kata dia, pemimpin perempuan memiliki keunggulan tersendiri, antara lain memiliki kepekaan emosional, empati dan simpati yang baik, sangat detail, dan kehalusan budi bahasanya membuat banyak persoalan bisa teratasi dengan baik.

"Hal lain adalah banyak persoalan selama ini terkait perempuan seperti kekerasan, ketimpangan, kematian ibu dan anak, stunting atau gizi buruk, serta perlakuan diskriminatif akan lebih mudah diatasi oleh sesama perempuan karena wanita paham dengan baik kondisi dan persoalannya. Apa yang jadi persoalan perempuan itu butuh sentuhan perempuan," tuturnya.

Dia memberi contoh soal keberpihakan Puan yang sangat jelas pada isu kekerasan seksual, stunting, dan kesempatan kerja untuk perempuan pada saat Puan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) serta Ketua DPR saat ini.

Permasalahan seperti itu tentunya akan sulit diatasi jika bukan oleh perempuan itu sendiri, sehingga sangat wajar dan sudah saatnya Indonesia mempunyai presiden perempuan.

Ketua Seknas Puan Maharani Presiden (PMP) Firman Tendry Masengi mengajak masyarakat untuk memastikan pada Pemilu 2024, Indonesia memiliki presiden perempuan pertama yang dipilih secara langsung.

"Kita ingin presiden perempuan pertama yang dipilih langsung, bukan karena warisan administratif dan ini saya yakin ada pada Ibu Puan Maharani. Rumusnya sederhana, nasib perempuan ditentukan oleh perempuan itu sendiri," ucap Firman.

Survei KedaiKOPI merilis survei dengan tema 'Opini Publik Pada Pemimpin Perempuan' pada 3-18 Agustus 2022 di 34 provinsi di Indonesia.

- Presiden perempuan 55,5 persen

- Anggota legislatif perempuan 76 persen

- Bupati/wali kota perempuan 70,8 persen

- Gubernur perempuan 68 persen

- Wakil presiden perempuan 64,7 persen

- 62,4 persen responden yakin presiden perempuan mampu mengatasi permasalahan bangsa

Elektabilitas Capres Perempuan:

Puan Maharani 9,6 persen,

Megawati Soekarnoputri 0,7 persen,

Susi Pudjiastuti 0,6 persen,

Khofifah Indar Parawansa 0,6 persen,

Tri Rismaharini 0,5 persen dan

Sri Mulyani 0,2 persen.

Pemilih Perempuan di Pemilu 2019

- Pemilih perempuan 96.538.965 atau 50,08 persen

- Pemilih laki-laki 96.231.646 atau 49,92 persen

- Pemilih perempuan paling banyak memberikan hak pilihnya di TPS 51,43 persen pada Pilpres 2019.

(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved