Selasa, 10 Maret 2026

Pilpres 2024

Kasus 'Kotak Durian': Gerindra - PKB Tunda Deklarasi Prabowo - Cak Imin Maju Pilpres 2024

Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunda lagi mengumuman capres - cawapres.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Kasus 'Kotak Durian': Gerindra - PKB Tunda Deklarasi Prabowo - Cak Imin Maju Pilpres 2024
Kolase TribunGorontalo.com
Menhan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar. Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunda lagi mengumuman capres - cawapres. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunda lagi mengumuman capres - cawapres.

Sebelumnya telah menguat Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar segera dideklarasikan maju Pilpres 2024.

Pada saat hampir bersamaan, mencuat kasus 'kotak durian' dan Komponen Cadangan (Komcad).

Komisi Pemberatan Korupsi (KPK) sempat mengangkat isu 'kotak durian', kasus dugaan korupsi di Kementerian Transmigrasi yang saat itu menterinya dijabat Muhaimin.

Tak itu saja, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga sempat menyentil program Komcad di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Isu 'kotak durian' dan Komcad tentu menyasar Ketua Umum PKB Cak Imin, sebutan Muhaimin dan Menhan Prabowo.

Nah, belakangan rencana deklrasi Prabowo - Cak Imin diundur atau menunggu anggota koalisi baru.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sepakat dengan pernyataan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid terkait penentuan cawapres.

Sebelumnya dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (30/10/2022), Jazilul menyatakan deklarasi capres-cawapres koalisi PKB-Gerindra menunggu partai ketiga bergabung.

“Saya pikir apa yang disampaikan oleh PKB untuk menunggu anggota baru saya kira hal yang masuk akal,” ujar Dasco ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Sejak awal, menurut dia, koalisi yang dibangun Gerindra dan PKB untuk menghadapi Pilpres 2024 tak hanya ingin diisi oleh dua partai politik (parpol) saja.

Namun, ada tenggat waktu untuk mendeklarasikan pasangan capres-cawapres.

“Namun di politik ada tenggat atau batas waktu yang tentunya nanti akan disepakati kedua belah pihak, baik PKB maupun Gerindra,” ungkapnya.

“Memang saat ini belum dibicarakan, tapi nanti akan dibicarakan,” sambung Dasco.

Di sisi lain, Dasco menuturkan kedua parpol tengah menunggu proses peresmian sekretariat bersama.

Ia mengklaim sekber sudah dipersiapkan dengan baik namun peresmiannya masih menunggu aktivitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

“Peresmian sekber memang tinggal menunggu keluangan dari waktu masing-masing ketua umum. Kita harapkan sih dalam waktu dekat bisa meresmikan,” tandasnya.

Diketahui saat ini Gerindra dan PKB telah membentuk koalisi untuk menghadapi Pemilu 2024.

Namun koalisi tersebut belum mengumumkan siapa capres dan cawapres yang bakal diusung.

Dalam nota kesepakatan keduanya, penentuan pasangan calon dalam kontestasi Pilpres 2024 ditentukan oleh Prabowo dan Muhaimin.

Jokowi Sering Berbincang dengan Prabowo

Dasco Ahmad menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto hanya sesekali membahas soal dinamika politik Tanah Air.

Dasco mengatakan, Prabowo dan Jokowi lebih sering membahas terkait persoalan pertahanan.

“Pak Prabowo itu memang dalam jangka waktu tertentu itu pasti memberikan laporan inisiatif sendiri atau pun dipanggil oleh Presiden,” ujar Dasco ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Menurutnya, Prabowo dan Jokowi jarang membahas persoalan politik dalam berbagai pertemuan tersebut.

“Bahwa kemudian komunikasi mengenai soal pencapresan, ya itu mungkin dalam pembicaraan politik sekali dua kali saja,” ujarnya.

Kemudian, Dasco berpandangan sikap Jokowi menunjukkan dukungannya pada Prabowo terkait semua pekerjaannya, baik sebagai Menteri Pertahanan, maupun Ketua Umum Partai Gerindra yang diusung sebagai calon presiden (capres).

“Ya saya pikir yang dimaksud dukungan itu ya pencapresan, ya pertahanan, kerja-kerja yang dilakukan Prabowo selama ini,” katanya.

Dasco lantas mengatakan, dukungan Jokowi itu hal yang lumrah. Sebab, sejak awal Prabowo telah meminta izin pada atasannya itu terkait pencapresan. “Pada waktu itu Pak Presiden sudah menyatakan bahwa silahkan,” ujar Dasco.

Diketahui, Jokowi mengatakan amat sering bertemu dengan Prabowo. "Ya kita sering saling bertukar pikiran mengenai bagaimana Indonesia ke depan. Saya kira biasa berbicara dengan, bukan sering tapi terlalu sering berbicara dengan Pak Menhan itu," kata Jokowi usai menghadiri Indo Defence Expo and Forum 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, siang ini.

Bahkan, Jokowi menegaskan bahwa sejak awal telah memberi restu pada Prabowo. Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak merinci apa maksud dukungan tersebut.

“Sudah sejak awal, kok restu-restu? Sejak awal saya menyampaikan mendukung beliau (Prabowo)," ujar Jokowi.

Kemudian, Jokowi juga mengaku kerap membahas masa depan Indonesia dengan Prabowo. Namun, Prabowo menegaskan dukungan itu terkait pertahanan.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gerindra Sepakat dengan PKB, Penentuan Cawapres Tunggu Anggota Baru Koalisi"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved