Pilpres 2024
Survei Pilpres 2024 Litbang "Kompas": Ganjar Pranowo Presiden Gen Z
Jika Pilpres 2024 dilaksanakan saat ini dengan konstituen Generasi Z (Gen Z), Ganjar Pranowo dipastikan jadi presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/271022-ganjar-1.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Jika Pilpres 2024 dilaksanakan saat ini dengan konstituen Generasi Z (Gen Z), Ganjar Pranowo dipastikan jadi presiden.
Jajak pendapat menemukan 60 persen suara Gen Z memilih Gubernur Jawa Tengah itu
Secara umum elektalibitas kader PDIP itu mengungguli survei khusus pemilih muda, Gen Z dan Milenial.
Ganjar Pranowo yang menjadi kandidat kuat capres PDIP meraih 28,1 persen suara dari pemilih muda.
Khusus pemilih dari generasi centennial atau Gen Z, mantan Anggota DPR RI dari PDIP itu memperoleh dukungan mayoritas mencapai 60 persen.
Hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 24 September-7 Oktober 2022 menyebutkan, potensi keterpilihan Ganjar ada di 23,2 persen, Prabowo 17,6 persen, dan Anies 16,5 persen.
Ganjar mendapat dukungan yang semakin luas dari kalangan generasi muda, terutama generasi Z (di bawah 26 tahun) dan generasi milenial muda (antara 26-33 tahun).
Ganjar juga mempertahankan dominasi dukungan dari generasi Baby Boomers (56-74 tahun).
Sementara generasi milenilal madya (34-41 tahun) dan generasi X (42-55 tahun) diperebutkan cukup ketat oleh tiga tokoh papan atas
Peneliti Litbang Kompas menyatakan dukungan suara generasi milenial dan generasi Z akan menjadi faktor penting dalam kemenangan pada Pemilu 2024.
Dari hasil analisis yang dipublikasikan 5 Juli 2022, jumlah pemilih dari generasi Z dan milenial diperkirakan bakal mendominasi Pilpres 2024.
Jumlah pemilih pada Pemilu 2024 diperkirakan sedikit di atas 200 juta orang atau meningkat normal sekitar 5 persen dari total pemilih 2019 sebanyak 190,770 juta orang.
Baca juga: Ujian Berat dari Megawati untuk Capres PDIP: Jalan Ganjar Menuju Pilpres 2024 Mirip Jokowi
Dari data tersebut, jumlah pemilih dari generasi Y dan Z pada Pemilu 2019 berkisar 103 juta orang yang merupakan 54 persen total pemilih.
Hal itu dengan asumsi generasi milenial adalah mereka yang lahir pada tahun 1981 hingga 1996. Adapun mereka yang lahir setelah tahun 1996 disebut generasi Z.
Sementara itu, dalam Pemilu 2024 diperkirakan, pemilih dari kalangan gen Z dan milenial sedikit naik menjadi 58 persen pemilih atau menjadi sekitar 116 juta orang.
Angka tersebut adalah perkiraan tidak resmi karena saat ini KPU masih menjalankan proses pendataan pemilih pemilu 2024 secara berkelanjutan.
Generasi Z pada Pemilu 2024 akan berusia 17 hingga 27 tahun, sedangkan generasi milenial di rentang usia 28 sampai 43 tahun.
Kaum Z merupakan pekerja awal dan keluarga muda, sedangkan generasi milenial biasanya sudah lebih mapan dalam pekerjaan ataupun rumah tangga.
Pengamat menilai dengan memahami pandangan dan pilihan politik dua generasi ini kemenangan dalam pemilu akan diperoleh.
Pasalnya, jumlah komposisi suara gabungan generasi milenial dan Z tersebut lebih besar ketimbang gabungan generasi X dan baby boomer.
Inilah yang menjadikan kelompok milenial dan generasi Z menjadi incaran para politikus dan partai politik.
Namun, itu hanya merupakan pendekatan klasifikasi jumlah semata dengan kondisi lainnya tidak berubah, seperti pilihan politik dan narasi isu.
Menurut survei Litbang Kompas yang dirilis Rabu (26/10/2022), 60 persen suara gen Z terdistribusi ke sosok Gubernur Jawa Tengah itu. Survei memperlihatkan, keterpilihan Ganjar di kalangan pemilih muda ini mencapai 28,1 persen.
Angka tersebut naik sekitar 5 persen pada tiap periode survei. Tercatat, elektabilitas Ganjar di kalangan pemilih muda pada survei Juni 2022 sebesar 23,1 persen, lalu pada Januari 2022 sebanyak 18,2 persen.
Kelayakan Ganjar menjadi capres di mata gen Z juga lebih tinggi dibandingkan dengan elektabilitas yang dihitung lintas generasi. Secara umum, elektabilitas politisi PDI Perjuangan itu mencapai 23,2 persen.
Mengalirnya suara gen Z ke Ganjar berhasil menempatkannya pada posisi puncak tokoh dengan elektabilitas tertinggi sebagai capres, menggeser sosok Prabowo Subianto ke urutan kedua.
Menurut survei, gen Z yang mendukung Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai capres sebesar 16,6 persen. Capaian tersebut turun 12,3 persen dibandingkan tiga bulan lalu.
Bahkan, jika dibandingkan dengan elektabilitas pada awal tahun, Prabowo kehilangan setidaknya separuh suara gen Z dari yang sebelumnya memilih dia. Pada Januari 2022, angka keterpilihan Prabowo di kalangan gen Z mencapai 31,4 persen.
Sementara, dihitung lintas generasi, elektabilitas Menteri Pertahanan itu sebesar 17,6 persen. Survei juga mencatat, banyak gen Z yang mendukung Anies Baswedan sebagai capres.
Elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu di kalangan generasi ini mencapai 13,3 persen atau naik 3,4 persen dari periode survei sebelumnya.
Namun, suara Anies yang diperoleh secara umum lintas generasi lebih besar lagi yakni 16,5 persen.
Di urutan keempat, suara gen Z banyak terdistribusi ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (10,4 persen). Lalu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (3,8 persen).
Kemudian mengalir ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (2,4 persen), Menteri Sosial Tri Rismaharini (2,1 persen), dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (1,8 persen).
Ada pula gen Z yang memilih Wakil Presiden Ma'ruf Amin (1,2 persen), dan Ketua DPR RI Puan Maharani (0,6 persen).
Adapun soal figur calon wakil presiden (cawapres), gen Z paling banyak memilih:
- Ridwan Kamil (15,9 persen),
- Sandiaga Uno (10,0 persen),
- Anies Baswedan (9,7 persen),
- Ganjar Pranowo (9,1 persen),
- Prabowo Subianto (5,9 persen),
- Ketum Partai Demokrat AHY (3,8 persen),
- Menteri BUMN Erick Thohir (2,9 persen),
- Menteri Sosial Tri Rismaharini (2,9 persen),
- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (1,8 persen), dan
- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (1,2 persen).
Adapun survei Litbang Kompas ini digelar pada 24 September-7 Oktober 2022. Dengan metode wawancara langsung, survei melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi.
Para responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Metode tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error kurang lebih 2,8 persen.
Ganjar dan Anies Unggul di Pemilih Perkotaan
Survei Litbang Kompas yang dirilis Rabu (26/10/2022) menempatkan tiga tokoh dengan elektabilitas terbesar sebagai capres.
Ketiganya secara berurutan yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Menurut survei, Ganjar mengalami peningkatan suara cukup signifikan. Kenaikan ini terutama didongkrak oleh pemilih perkotaan. Demikian pula dengan Anies.
Tak hanya di pemilih kota, suara mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu juga merangkak naik di pemilih desa.
Sebaliknya, Prabowo kehilangan suara cukup besar di masyarakat perkotaan dan perdesaan.
Menurun Di luar tiga nama, sosok Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berhasil menyedot perhatian pemilih dari perdesaan meski suaranya masih di bawah Ganjar, Prabowo, dan Anies.
Adapun menurut survei tersebut, elektabilitas Ganjar mencapai 23,2 persen. Angka itu naik dari survei periode Juni 2022 yang mana elektabilitas Ganjar sebesar 22 persen.
Pada survei terbaru ini, Ganjar berhasil menjadi kandidat capres dengan elektabilitas tertinggi mengungguli Prabowo.
Baca juga: Litbang Kompas Capres untuk Pilpres 2024: Elektabilitas Anies-Ganjar Naik, Prabowo Turun 7,7 Persen
Menteri Pertahanan itu mengantongi elektabilitas 17,6 persen, merosot tajam dibanding survei sebelumnya sebesar 25,3 persen. Sementara, di urutan ketiga, ada Anies Baswedan dengan elektabilitas 16,5 persen.
Angka itu naik dari 12,6 persen pada survei sebelumnya. Survei juga merekam sejumlah tokoh dengan elektabilitas sebagai capres di bawah 10 persen. Suara Ridwan Kamil melonjak drastis dengan tingkat keterpilihan 8,5 persen. Di survei sebelumnya, elektabilitas mantan Wali Kota Bandung tersebut hanya di kisaran 3 persen.
Kemudian, tingkat keterpilihan tokoh-tokoh lainnya yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (2,5 persen), lalu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (2,3 persen). Selanjutnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (2,2 persen), dan Menteri Sosial Tri Rismaharini (1,2 persen).
Ada pula nama Ketua DPR RI Puan Maharani (1 persen), serta mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (0,7 persen)
Di urutan berikutnya ada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (0,5 persen), terakhir Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (0,3 persen) Untuk diketahui, jajak pendapat Litbang Kompas ini digelar pada 24 September-7 Oktober 2022.
Dengan metode wawancara langsung, survei melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi.
Para responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat.
Metode tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error kurang lebih 2,8 persen.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei Litbang "Kompas": Gen Z Mayoritas Pilih Ganjar Jadi Capres, Ridwan Kamil Cawapres"