Pilpres 2024
PDIP Melunak soal Deklarasi Capres: Kode Megawati Pilih Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024?
Makin deras arus dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju kompetisi Pilpres 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/271022-Hasto-Ganjar.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Makin deras arus dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju kompetisi Pilpres 2024.
Relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) berencana deklarasi Ganjar capres di Tawangmangu, Jawa Tengah, pada Jumat 28 Oktober 2022.
PDIP sebagai partai Ganjar bernaung mulai melunak. Jalan Ganjar menuju Pilpres 2024 pun semakin terbuka lebar.
Gubernur Jawa Tengah ini bersaing dengan Puan Maharani untuk merebut tiket capres PDIP.
Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu satu-satunya dari 9 parpol yang memiliki kursi di parlemen yang dapat mengusung pasangan capres - cawapres.
Para relawan Ganjar yakin Ketua Umum PDIP Megawati sebagai pemegang mandat dan mempunyai hak prerogatif akan memilih Ganjar sebagai capres.
Jajak pendapat terbaru dari Litbang Kompas, jika Pilpres 2024 dilaksanakan saat ini dengan konstituen Generasi Z (Gen Z), Ganjar Pranowo dipastikan jadi presiden.
Jajak pendapat menemukan 60 persen suara Gen Z memilih Gubernur Jawa Tengah itu.
Secara umum elektalibitas kader PDIP itu mengungguli survei khusus pemilih muda, Gen Z dan Milenial.
Ganjar Pranowo yang menjadi kandidat kuat capres PDIP meraih 28,1 persen suara dari pemilih muda.
Khusus pemilih dari generasi centennial atau Gen Z, mantan Anggota DPR RI dari PDIP itu memperoleh dukungan mayoritas mencapai 60 persen.
Baca juga: Update Survei Capres: Ganjar Pranowo - Prabowo Subianto Potensi Putaran Kedua Pilpres 2024
Hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 24 September-7 Oktober 2022 menyebutkan, potensi keterpilihan Ganjar ada di 23,2 persen, Prabowo 17,6 persen, dan Anies 16,5 persen.
Ganjar mendapat dukungan yang semakin luas dari kalangan generasi muda, terutama generasi Z (di bawah 26 tahun) dan generasi milenial muda (antara 26-33 tahun).
Ganjar juga mempertahankan dominasi dukungan dari generasi Baby Boomers (56-74 tahun).
Sementara generasi milenilal madya (34-41 tahun) dan generasi X (42-55 tahun) diperebutkan cukup ketat oleh tiga tokoh papan atas
Peneliti Litbang Kompas menyatakan dukungan suara generasi milenial dan generasi Z akan menjadi faktor penting dalam kemenangan pada Pemilu 2024.
Dari hasil analisis yang dipublikasikan 5 Juli 2022, jumlah pemilih dari generasi Z dan milenial diperkirakan bakal mendominasi Pilpres 2024.
Jumlah pemilih pada Pemilu 2024 diperkirakan sedikit di atas 200 juta orang atau meningkat normal sekitar 5 persen dari total pemilih 2019 sebanyak 190,770 juta orang.
Dari data tersebut, jumlah pemilih dari generasi Y dan Z pada Pemilu 2019 berkisar 103 juta orang yang merupakan 54 persen total pemilih.
Hal itu dengan asumsi generasi milenial adalah mereka yang lahir pada tahun 1981 hingga 1996. Adapun mereka yang lahir setelah tahun 1996 disebut generasi Z.
Sementara itu, dalam Pemilu 2024 diperkirakan, pemilih dari kalangan gen Z dan milenial sedikit naik menjadi 58 persen pemilih atau menjadi sekitar 116 juta orang.
Angka tersebut adalah perkiraan tidak resmi karena saat ini KPU masih menjalankan proses pendataan pemilih pemilu 2024 secara berkelanjutan.
Generasi Z pada Pemilu 2024 akan berusia 17 hingga 27 tahun, sedangkan generasi milenial di rentang usia 28 sampai 43 tahun.
Kaum Z merupakan pekerja awal dan keluarga muda, sedangkan generasi milenial biasanya sudah lebih mapan dalam pekerjaan ataupun rumah tangga.
Pengamat menilai dengan memahami pandangan dan pilihan politik dua generasi ini kemenangan dalam pemilu akan diperoleh.
Pasalnya, jumlah komposisi suara gabungan generasi milenial dan Z tersebut lebih besar ketimbang gabungan generasi X dan baby boomer.
Inilah yang menjadikan kelompok milenial dan generasi Z menjadi incaran para politikus dan partai politik.
Namun, itu hanya merupakan pendekatan klasifikasi jumlah semata dengan kondisi lainnya tidak berubah, seperti pilihan politik dan narasi isu.
Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tak bisa menyalahkan adanya rencana deklarasi Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) oleh relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) pada Jumat (28/10/2022) di Tawangmangu, Jawa Tengah.
Pasalnya, Hasto mengatakan, pihaknya hanya bisa mendisiplinkan setiap anggota dan kader partai. Sementara, GP Mania bukan bagian dari anggota dan kader PDI-P.
"Banyak pihak yang dengan kepentingannya masing-masing, mencoba mendinamisasikan jagat politik dengan dukung mendukung dan deklarasi dini. Dalam budaya demokrasi hal-hal seperti itu sah saja," kata Hasto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/10/2022).
Akan tetapi, Hasto menuturkan, ketika ada anggota dan kader partai yang memberikan dukungan kepada figur tertentu sebelum Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri menetapkan capres, maka partai akan menegakkan disiplin organisasi kepada orang tersebut.
Lebih jauh, Hasto menilai, sifat relawan yang ada saat ini masih sangat cair. Oleh karena itu, menurut Hasto, organisasi seperti mudah dimasuki berbagai kepentingan dan motif tertentu.
"Motif dan sifatnya yang sangat cair ini harus dicermati. Pada Pemilu 2014 dan 2019 lalu, ada juga pergerakan beberapa relawan yang justru merugikan paslon (pasangan calon)," ungkap dia.
Baca juga: Nasdem Guncang usai Capreskan Anies, Restu Jokowi Muluskan Prabowo ke Pilpres 2024
Hasto mengingatkan bahwa politik tetap harus melihat konteks sosial kemasyarakatan yang ada saat ini. Dan, yang sekarang dibutuhkan adalah keseriusan menangani berbagai persoalan ekonomi dan geopolitik dunia. "Itu imbasnya sampai ke Indonesia," ujar Hasto.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Ganjar Pranowo hanya berkomentar singkat ketika ditanya soal rencana deklarasi GP Mania. Dia mengaku tak mengetahui adanya rencana deklarasi pada 28 Oktober itu.
"Tidak," jawab Ganjar melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu sore. Diketahui, Bidang Kehormatan DPP PDI-P menjatuhkan sanksi kepada Ganjar Pranowo. Namun, sanksi tersebut tidak membuat langkah GP Mania terhenti memberikan dukungan kepada Ganjar.
Ketua GP Mania Immanuel Ebenezer atau Noel mengatakan, pihaknya akan menggelar deklarasi Ganjar capres di Tawangmangu, Jawa Tengah (Jateng), pada 28 Oktober 2022.
"(Sanksi) ini tidak mengurangi rasa semangat kita mendukung Mas Ganjar," kata Noel saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/10/2022).
Noel mengatakan, deklarasi itu bertepatan dengan hari ulang tahun Ganjar Pranowo yang ke-54. Deklarasi tersebut, menurut Noel, akan dilakukan atau diinisiasi oleh GP Mania Jawa Tengah.
"GP Mania Jawa Tengah, (deklarasi) di kandang banteng. Tanggal 28 Oktober ini dan momen kelahirannya Mas Ganjar," ujarnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "GP Mania Bakal Deklarasi Ganjar Capres, PDI-P: Dalam Demokrasi, Sah-sah Saja"