Pilpres 2024
Ujian Berat dari Megawati untuk Capres PDIP: Jalan Ganjar Menuju Pilpres 2024 Mirip Jokowi
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedang 'menguji' Ganjar Pranowo, kandidat capres terkuat pada Pilpres 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/261022-Mega-ganjar1.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedang 'menguji' Ganjar Pranowo, kandidat capres terkuat pada Pilpres 2024.
Gubernur Jawa Tengah itu baru saja diganjal dengan sanksi disiplin partai buntut pernyataan siap maju Pilpres 2024.
Ujian Ganjar menuju panggung kontestasi Pilpres 2024 ditanggapi para analis demokrasi.
Ganjar disebut mirip dengan perjalanan Joko Widodo ketika maju Pilpres 2014.
Megawati tetap konsisten, tidak mau buru-buru mengusung Jokowi ketika itu.
Spekulasi Ganjar semakin kuat akan diusung Megawati, ketika belajar dari sejarah Jokowi menuju Istana Merdeka.
Support yang sama buat Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Ketua DPR RI yang disebut-sebut kandidat capres pesaing Ganjar dinilai bakal legowo.
Puan Maharani diyakini bakal membuka jalan bagi Ganjar masuk arena kontestasi pesta demokrasi.
Kematangan politikus muda ini dinilai akan mengukuhkan PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2024.
'Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui', Puan pun dinilai layak meneruskan kepemimpinan Megawati sebagai Ketum PDIP.
Beragam spekulasi ini muncul menyikapi dinamika politik sepekan terakhir.
Puncaknya Ganjar dipanggil DPP PDIP untuk mendapatkan klarifikasi soal isu siap jadi capres.
Penegakan disiplin pun sempat diberikan ke 'Dewan Kolonel' yang disebut loyalis Puan Maharani.
Pakar Politik Universitas Diponegoro (Undip) Teguh Yuwono menyebut, Gubernur Jawa Tengah yang juga kader senior PDIP Ganjar Pranowo mengalami situasi politik yang mirip dengan Presiden Jokowi pada Pilpres 2014.
Sebab, banyak hasil survei dan jajak pendapat oleh berbagai pihak menunjukkan elektabilitas Ganjar sering kali mempimpin di posisi teratas.
“Ini kan situasi yang mirip ya ketika dulu Jokowi juga hal yang sama ya. Hasil surveinya selalu tinggi, Bu Megawati juga tidak langsung respons, menunggu waktu hingga ditunjuk oleh Bu Megawati menjadi calon presiden dari PDI-P,” kata Teguh, kepada Kompas.com, pada Selasa (25/10/2022).
Teguh menilai, ini menjadi titik krusial bagi PDI-P yang telah menentukan target hattrick atau kemenangan beruntun PDI-P di Pilpres 2024.
Baca juga: Peluang PDIP Usung Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024: Megawati Unjuk Kekuatan
“Apakah Ganjar akan bernasib sama dengan Jokowi, atau bernasib berbeda, tentu ini sangat bergantung dengan Ketua Umum PDI-P,” terang dia.
Terlepas dari sepak terjang Megawati dalam dunia politik yang tak diragukan, bagi Teguh, Ketum PDI-P itu tetap perlu mempertimbangkan opini publik, pendapat masyarakat, hingga kontekstual politik yang terus berkembang.
“Seberapa besar Bu Mega terpengaruh opini publik, seberapa besar Bu Mega kuat menentukan keputusan, saya kira ini poinnya,” ujar dia.
“Tentu bagi PDI Perjuangan, Bu Mega khususnya, ini bukan sesuatu yang mudah. Jadi ini sebuah proses bagaimana PDI-P dewasa dalam berpolitik,” pungkas dia.
Puan Maharani Dinilai Bijaksana
Ketua DPP PDI-P Puan Maharani dinilai harus memberi jalan untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi calon presiden (capres).
Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi menganggap Puan Maharani harus fokus melanjutkan langkah Megawati Soekarnoputri di internal PDI-P.
“Dengan memberi jalan bagi Ganjar, justru Puan tidak mengalah tetapi memahami kehendak sejarah kalau dirinya pantas bersikap bijaksana dan matang dalam politik,” kata Ari kepada Kompas.com, Jumat (21/10/2022).
“Kelasnya Puan adalah porsi ketua umum. PDI-P layak melakukan regenerasi politik kepemimpinan dengan menempatkan Puan sebagai ketua umum,” ujarnya lagi.
Dalam pandangannya, sejumlah elite PDI-P mulai menyadari bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo kian kuat. Hal itu membuat sejumlah pihak mulai membuka pintu untuk mengusung Ganjar sebagai capres.
“Kenyataan di lapangan yang memang tidak tertahankan. Ada adagium jika Ganjar semakin ditekan, maka potensi Ganjar semakin menguat,” ujarnya. Ari mengatakan, kebulatan tekad Ganjar menjadi capres saat ini tak banyak dijegal oleh elite PDI-P karena para pendukungnya di internal partai mulai nampak.
Selain itu, para kader PDI-P selalu memegang teguh aturan bahwa pencapresan ditentukan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Baca juga: Jajak Pendapat 2 Paslon Pilpres 2024: 52,7 Persen Pilih Puan dan Prabowo, Populer di Jatim
“Sebetulnya Ganjar didukung oleh silent majority di dalam partainya. Hanya karena mereka harus menghormati aturan partai, mereka bersikap pasif,” kata Ari.
Diberitakan sebelumnya, Ganjar Pranowo akhirnya untuk pertama kali menyampaikan kesiapannya menjadi capres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Ganjar mengaku siap jika diberi kesempatan mengikuti kontestasi perebutan kursi RI-1.
"Ketika partai kemudian sudah membahas secara keseluruhan dan dia akan mencari anak-anak bangsa yang menurut mereka terbaik, menurut saya, semua orang musti siap akan hal itu," sebut Ganjar, dikutip dari wawancara yang diunggah kanal YouTube BeritaSatu, Selasa (18/10/2022).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto merasa tak ada yang salah dari pernyataan Ganjar Pranowo. Sebab, menurutnya, semua kader partai ingin mengejar prestasi setinggi mungkin di tengah masyarakat.
Hasto juga menilai Ganjar tak berlebihan karena masih memahami posisinya sebagai kader, dan belum menyatakan diri sebagai capres PDI-P.
"Urusan capres-cawapres nanti akan ada momentumnya, dan momentumnya bukan saat ini," ungkap Hasto ditemui di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, pada 19 Oktober 2022.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengamat: Ganjar Alami Situasi Mirip Jokowi di 2014 Silam"