Jumat, 13 Maret 2026

Pilpres 2024

Cawapres Terkuat di Pilpres 2024: Ridwan Kamil - Sandiaga Uno Kalahkan Ganjar - Prabowo - Anies

Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno kalahkan Ganjar Prabowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto pada survei cawapres untuk Pilpres 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Cawapres Terkuat di Pilpres 2024: Ridwan Kamil - Sandiaga Uno Kalahkan Ganjar - Prabowo - Anies
Kolase TribunGorontalo.com
Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno kalahkan Ganjar Prabowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto pada survei cawapres untuk Pilpres 2024.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendapatkan elektabilitas 11,5 persen disusul Sandiaga Uno 10,6 persen.

Jajak pendapat terbaru, Ridwan Kamil melampaui Sandiaga Uno di posisi puncak. 


Selanjutnya Anies Baswedan meraih 9,3 persen, Ganjar Pranowo 7,3 persen dan Prabowo Subianto sebesar 4,4 persen.

Memilih sosok cawapres harus dipertimbangkan secara matang oleh partai politik (parpol) dalam menyongsong gelaran Pilpres 2024 mendatang. 

Ridwan Kamil memang masuk bursa cawapres unggulan. Dia digadang-gadang akan mendampingi Airlangga Hartarto untuk Pilpres 2024.

Begitu juga dengan Sandiaga Uno, yang disebut menjadi cawapres unggulan. Sandiaga sempat masuk capres nomor satu pilihan relawan Jokowi.

Sandi juga sempat diisukan mendapingi Airlangga, sebagai cawapres dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berdarah Gorontalo ini digadang maju pilpres oleh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di beberapa daerah.

Salah satu indikator penting itu ialah besaran dukungan potensial yang dimiliki sosok-sosok cawapres. 

Dalam konteks ini, besar kecilnya preferensi pemilih menjadi pertimbangan memilih cawapres. 

Hasil Survei Litbang Kompas untuk periode Oktober 2022 menunjukkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai tokoh yang paling diminati publik sebagai cawapres dalam gelaran Pilpres 2024

Dilansir dari Kompas.id, Rabu (26/10/2022), orang nomor satu di Tanah Pasundan itu memiliki tingkat keterpilihan 11,5 persen sebagai tokoh yang dinilai paling layak menjadi cawapres. 

Selain Ridwan Kamil, tokoh lain yang juga ramai digaungkan layak menjadi cawapres adalah Sandiaga Uno.

Hanya terpaut sedikit, Sandiaga mendapat elektabilitas sebagai cawapres sebesar 10,6 persen.

Sementara itu, dua tokoh teratas dalam bursa capres, yakni Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan ternyata juga dinilai layak menjadi cawapres. 

Keterpilihan Anies sebagai cawapres berada di angka 9,3 persen dan Ganjar 7,3 persen. Dalam deretan lima besar tokoh potensial cawapres lainnya, muncul pula nama AHY dengan elektabilitas 6,6 persen. 

Dalam peta tingkat keterpilihan cawapres ini, sosok Prabowo justru hanya memperoleh elektabilitas 4,4 persen.

Survei periodik melalui wawancara tatap muka ini diselenggarakan Litbang Kompas pada 24 September 2022 hingga 7 Oktober 2022. Survei sebelumnya sejak Oktober 2019. 

Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak melalui metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. 

Menggunakan metode ini pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error lebih kurang 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. 

Meskipun demikian, kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi. 

Berikut nama tokoh yang dinilai berpotensi menjadi cawapres di Pilpres 2024

1. Ridwan Kamil: 11,5 persen 


2. Sandiaga Uno: 10,6 persen 


3. Anies Baswedan: 9,3 persen 


4. Ganjar Pranowo: 7,3 persen


5. Agus Harimurti Yudhoyono: 6,6 persen 


6. Prabowo Subianto: 4,4 persen


7. Tri Rismaharini: 2,5 persen 


8. Erick Thohir: 2,4 persen 


9. Puan Maharani: 1,4 persen 


10. Muhaimin Iskandar: 1,0 persen 


11. Mahfud MD: 0,8 persen 


Lainnya: 5,3 persen 


Tidak ada: 2,5 persen 


Tidak tahu: 32,7 persen  

Wapres Beri Pesan: Untukmu Capresmu, untukku Capresku

Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin berpesan kepada para santri untuk mempererat persatuan dan kesatuan antarwarga bangsa, termasuk saat pemilihan presiden (pilpres) mendatang. 

Dia mengingatkan jangan sampai perbedaan pilihan di tahun politik menimbulkan perpecahan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kalau berbeda capres, lakum capresukum, walana capresuna (untukmu capresmu, untukku capresku).

Artinya berbeda tidak perlu terjadi permusuhan, sehingga merusak persatuan dan kesatuan nasional,” katanya saat menyampaikan Pidato Kebangsaan di Kampus Universitas Alma Ata, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (24/10/2022).

Ma'ruf berpesan agar para santri terus mempererat persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. Terlebih lagi, ketika menghadapi di tahun politik mendatang.

"Selain kita menjaga kesepakatan nasional, supaya bangsa ini tidak terkoyak. Apalagi ketika kita akan menghadapi pemilu legislatif, pemilihan presiden, dan sebagainya, hendaknya kita tidak melupakan semangat kesepakatan nasional sebagai satu bangsa," tandasnya.

Dia mengingatkan bahwa negara ini didirikan berdasarkan kesepakatan nasional dari semua elemen bangsa. Bahkan, para tokoh santri ketika itu ikut mengambil bagian dalam penyusunan kesepakatan nasional.

"Kita tidak boleh melanggar kesepakatan, orang Islam harus memenuhi janjinya. Oleh karena itu, buat kita mengawal kesepakatan nasional itu salah satu kewajiban yang kita harus lakukan. Mengawal kesepakatan nasional tidak bertentangan dengan semangat kita untuk memenuhi janji-janji kita kepada Allah," tegasnya.

Di dalam sambutannya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah menetapkan Hari Santri sebagai penghargaan terhadap pengabdian dan perjuangan para santri di dalam merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, serta mengawal lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dia kemudian mencontohkan kiprah KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan.

Kedua tokoh ini semasa hidupnya gigih berjuang melawan penjajah. Selain itu, keduanya juga mendirikan organisasi besar, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

"Yang harus kita jaga dari warisan mereka adalah menjaga kesepakatan nasional, NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 yang menjadi dasar kita berbangsa dan bernegara," ucapnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Wapres Beri Pesan soal Perbedaan Pilihan pada Pilpres: Untukmu Capresmu, untukku Capresku"

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved