Kapolda Gorontalo Larang Anggotanya Tampil Parlente di Medsos

Menurut Helmy, sejak pandemi Covid-19, masyarakat Gorontalo kesulitan ekonomi. Karena itu, anggota Polri sangat tidak pantas pamer kemewahan di situas

TribunGorontalo.com
Kepolisian Gorontalo dilarang pamer kemewahan di medsos. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Helmy Santika melarang anggotanya tampil parlente di media sosial (medsos), apalagi sampai pamer kemewahan.

“Mungkin di antara kalian anggota, ada yang berasal dari keluarga berada, atau mungkin memiliki istri atau suami yang berada, maka sebaiknya tidak perlu tampil hedonis dan pamer kemewahan di media sosial,” pesan Helmy, Senin (24/10). 

Menurut Helmy, sejak pandemi Covid-19, masyarakat Gorontalo kesulitan ekonomi. Karena itu, anggota Polri sangat tidak pantas pamer kemewahan di situasi semacam itu. 

Apalagi, Presiden RI dan Kapolri menginstruksikan Polri untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat. Sebab, Polri saat ini kata Helmy dalam kondisi terpuruk akibat berbagai peristiwa yang terjadi.

“Namun demikian kita tidak boleh hanyut kita semua yang di wilayah harus terus bangkit, laksanakan apa yang seharusnya dilaksanakan sesuai Tupoksi yakni memelihara Kamtibmas, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,” pintanya. 

Saat ini, untuk mengukur persepsi masyarakat, pihaknya menggandeng Universitas Negeri Gorontalo untuk melakukan Survey Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Polda Gorontalo.

‘Saya sudah menggandeng UNG untuk melakukan survey Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap kinerja Polda maupun Polres jajaran, saya ingin potret yang obyektif apakah yang sudah kita lakukan selama ini sudah memenuhi harapan masyarakat atau belum, jika di bagian apa yang belum, apa penyebabnya sehingga nantinya kita akan bersama-sama perbaiki,”ujar Helmy. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved