Gangguan Ginjal Akut
Gorontalo Tak Memiliki RS Rujukan Khusus Gangguan Ginjal Akut, Pasien Akan Dirujuk ke Manado
Menurut Yana, rumah sakit dilarang menerima pasien dengan gejala gangguan ginjal akut, jika tidak memiliki sejumlah fasilitas,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2410_RS-di-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjuk 14 Rumah Sakit (RS) sebagai tempat rujukan untuk pasien dengan gangguan ginjal akut progresif atipikal.
“Jadi memang di Gorontalo tidak ada (RS rujukan) untuk gangguan ginjal akut. Hanya ada RS di Makassar dan Manado,” ungkap dr Yana Yanti Suleman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Senin (24/10).
Menurut Yana, rumah sakit dilarang menerima pasien dengan gejala gangguan ginjal akut, jika tidak memiliki sejumlah fasilitas, antara lain yakni ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
“Jadi memang rs yang tidak memiliki dua fasilitas ini PICU dan NICu, dilarang menerima rujukan pasien gangguan ginjal akut,” kata Yana.
Perlu diketahui, penanganan awal pasien oleh rumah sakit mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Atipikal pada Anak.
14 RS yang jadi rujukan resmi adalah:
1. RSUP Dr Cipto MangunKusumo
2. RSUD Dr Soetomo
3. RSUP Dr Kariadi Semarang
4. RSUP Dr Sardjito
5. RSUP Prof Ngoerah
6. RSUP H Adam Malik
7. RSUD Saiful Anwar Malang
1. RSUP Dr Cipto MangunKusumo
2. RSUD Dr Soetomo
3. RSUP Dr Kariadi Semarang
4. RSUP Dr Sardjito
5. RSUP Prof Ngoerah
6. RSUP H Adam Malik
7. RSUD Saiful Anwar Malang
8. RSUP Hasan Sadikin
9. RSAB Harapan Kita
10. RSUD Dr Zainoel Abidin Banda Aceh
11. RSUP Dr M Djamil
12. RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makasar
13. RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang
14. RSUP Prof Dr RD Kandou
(*)