Pilpres 2024
Pengamat Politik IAIN Gorontalo: Prabowo Pilih Cak Imin untuk Ambil Suara Nahdiyin di Pilpres 2024
Pengamat Politik dari Gorontalo Jurisman Kadji mengatakan Prabowo pilih Cak Imin sebagai pasangan di Pilpres 2024 untuk mengambil suara Nahdiyin.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/211022-Prabowo-Cak-Imin.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengamat Politik dari Gorontalo Jurisman Kadji mengatakan Prabowo pilih Cak Imin sebagai pasangan di Pilpres 2024 untuk mengambil suara Nahdiyin.
Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kandidat Capres dan Cawapres kuat untuk Pilpres 2024 dari masing-masing partai yang ditunggangi oleh kedua sosok.
Menurut Jurisman, Prabowo memilih Cak Imin sebagai pasangannya di Pilpres 2024 mempunyai kesan terpaksa.
"Karena melihat peluang kursinya, itu kan cukup untuk PKB dan Gerindra," kata Jurisman kepada TribunGorontalo.com melalui telepon selular, Jumat (21/10/2022).
Namun dibalik itu, Jurisman yang juga sebagai Dosen Pemikiran Politik Islam di IAIN Gorontalo mengungkapkan bahwa Prabowo menggandeng Cak Imin itu untuk mendapatkan suara dari Nahdiyin (Orang Nahdatul Ulama).
Jika Cak Imin diharapkan bisa menggaet suara Nahdiyin terutama di pulau jawa, Jurisman mengatakan Prabowo bisa naik elektabilitasnya.
"Kalau basisnya Prabowo itu mirip dengan Anies di Jawa Barat, sangat kuat," ujarnya.
Baca juga: Pengamat dari IAIN Gorontalo: Prabowo Potensi Menang Pilpres 2024
Pandangan Jurisman, Cak Imin bukan merupakan sosok yang bisa menggaet suara para Nahdiyin. Karena sebelumnya masyarakat sempat dilihatkan beberapa konflik antara Cak Imin dan Gus Yahya (Ketua PBNU).
Hal tersebut menurut Jurisman adalah sinyal-sinyal yang mengindikasikan bahwa PBNU tak seperti dulu lagi.
"Dulu PBNU kan sangat PKB sekali," imbuhnya.
Karenanya, Jika Cak Imin dikatakan bisa mendongkrak suara Prabowo melalui suara Nahdiyin, hal tersebut menurut Jurisman sangatlah naif.
"Mungkin lebih menariknya Prabowo dipasangkan dengan Ganjar, Anies, Erik ataupun Khofifah," pungkasnya. (*)