Pilpres 2024

Ganjar Melawan? Potensi Lengser dari PDIP, Puan Maharani Makin Pasti Menuju Pilpres 2024

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpotensi dilengserkan dari kader PDIP usai menyatakan siap maju Pilpres 2024.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Ganjar Melawan? Potensi Lengser dari PDIP, Puan Maharani Makin Pasti Menuju Pilpres 2024
Kolase TribunGorontalo.com
Ganjar Pranowo dan baliho Puan Maharani. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpotensi dilengserkan dari kader PDIP usai menyatakan siap maju Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpotensi dilengserkan dari kader PDIP usai menyatakan siap maju Pilpres 2024.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dinilai akan konsisten dengan penegakan disiplin dalam berpolitik menuju Pilpres 2024. Selain disiplin, ini juga menyangkut etika dalam berpartai politik.

Jika Ganjar dilengserkan, peluang Puan Maharani maju Pilpres 2024 semakin terbuka lebar. Namun potensi terjadi perpecahan di massa pendukung PDIP lebih membesar.

Demikian analisis konstelasi Pilpres 2024 yang disampaikan pengamat politik Rocky Gerung.

"Saya yakin Ibu Mega (Megawati) akan bertindak konsisten dalam penegakan disiplin," ujar Rocky saat diwawancarai Hersubeno Arief dari FNN yang ditayang kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis 20 Oktober 2022.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memastikan partainya akan memberi sanksi kepada kader yang menyebut nama calon presiden (capres) sebelum keputusan Ketua Umum PDIP Megawati.

Hasto meminta semua kader PDIP disiplin dengan aturan tersebut. Ia menyampaikan sanksi akan berlaku bagi siapa pun yang melanggar.

"Siapa pun yang menyebut nama capres atau cawapres dari PDI Perjuangan sebelum Ibu Megawati menetapkan calon, akan diberi sanksi," kata Hasto saat ditemui di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Rabu kemarin dikutip dari kompastv.

Baca juga: Menuju Pilpres 2024: Ganjar - Airlangga Punya Modal Elektoral 41,57 Persen di Gorontalo

Hasto merespons pernyataan Ganjar Pranowo soal siap menjadi calon presiden. Menurutnya, pernyataan Ganjar itu tak melanggar aturan partai.

Dia menyebut Ganjar hanya menjawab pertanyaan dari wartawan. Selain itu, Ganjar tak menyebut dirinya sebagai calon presiden.

Hasto menilai kesiapan Ganjar jika ditugaskan jadi capres merupakan adalah hal yang wajar.

Ia menilai setiap kader partai harus siap jika ditugaskan demi kepentingan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Hasto saat ditemui di Gedung Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu siang.

“Kalau saya lihat dari jawaban pak Ganjar setiap kader partai ketika, kan jelas nih, kalau untuk bangsa dan negara ya semua siap, pak Djarot siap buat bangsa dan negara, bu Risma siap buat bangsa dan negara. Ada mbak Puan, ada mas Pram, ada Pak Anas. Ya itulah semua harus menyatakan siap,” kata Hasto.

Sementara itu, Hasto menegaskan apa yang disampaikan Ganjar tidak perlu dianggap sebagai gimmick politik.

“Apa yang disampaikan oleh pak Ganjar jangan dijadikan gimmick-gimmick politik,” imbuhnya.

Ia menegaskan urusan capres dan cawapres nanti akan ada momentumnya, sebab saat ini PDIP tengah fokus membantu Presiden Joko Widodo mengatasi permasalahan ekonomi.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved