Rabu, 18 Maret 2026

Pilpres 2024

Politik Zig-zag Ketum Nasdem Surya Paloh 'Bahayakan' Elektabilitas Anies Baswedan di Pilpres 2024

Politik zig-zag Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh 'membahayakan' elektabilitas capres Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Politik Zig-zag Ketum Nasdem Surya Paloh 'Bahayakan' Elektabilitas Anies Baswedan di Pilpres 2024
Kolase TribunGorontalo.com
Surya Paloh dan Anies Baswedan. Politik zig-zag Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh 'membahayakan' elektabilitas capres Anies Baswedan di Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Politik zig-zag Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh 'membahayakan' elektabilitas capres Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Pernyataan Surya Paloh soal Anies akan terkesan 'continue' Presiden Jokowi dinilai brundel dan dapat menurunkan simpati publik terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta itu pada Pilpres 2024.

Ada anggapan, dukungan terhadap Anies Baswedan meroket lantaran dia diasosiasikan sebagai antitesis Jokowi. Publik menginginkan perubahan melalui suksesi Pilpres 2024.

Menurut pengamat politik Rocky Gerung, awalnya publik simpati dengan sikap Nasdem yang berinisiatif deklarasikan Anies Baswedan sebagai capres.

Tapi dengan munculnya pernyataan Surya Paloh soal Anies akan meneruskan program Jokowi berpotensi mengendorkan spirit relawan Anies.

Baca juga: Turunkan Eskalasi Pilpres 2024: Kader Nasdem Puji Puan Maharani

"Politik zig-zag Surya Paloh berpotensi turunkan elektabilitas Nasdem. Begitu juga dengan elektabilitas Anies," kata Rocky saat diwawancarai Hersubeno Arief dari FNN yang ditayang kanal Rocky Gerung Official, Selasa 18 Oktober 2022 malam.

Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh menyebut partainya tetap mendukung pemerintahan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin hingga tuntas pada tahun 2024.

"Walaupun NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal capres, kami tetap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin hingga selesai," kata Surya Paloh saat memberikan sambutan pada peluncuran program "NasDem Memanggil" di NasDem Tower, Jakarta, Senin (17/10/2022).

Ia mengaku banyak pihak yang mempertanyakan komitmen partainya usai mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal capres.

Namun ia mengatakan bahwa partainya selalu menjadi pihak yang mendukung segala kebijakan pemerintahan Jokowi, termasuk saat pemerintah memutuskan untuk mengurangi subsidi harga bahan bakar minyak (BBM).

"Saya sambil bercanda bilang sama Pak Jokowi, 'Bapak Presiden, kita punya tujuh fraksi koalisi pemerintahan ini. Ini kebijakan kenaikan BBM, enam fraksi tidak sepakat hanya satu fraksi (Partai NasDem)' yang sepakat ini, kalau tidak fraksi yang paling tolol atau paling loyalis tidak mungkin begini. Silakan terjemahkan," kata Surya Paloh.

Baca juga: Anies Pilih AHY atau Andika Perkasa? Pengamat Pilpres 2024 dari Gorontalo Beberkan Untung Ruginya 

"Jadi, kalau ada yang menggoda kami, ada mencoba ketangguhan, semangat, dan jiwa konsistensi Partai NasDem, ya, boleh-boleh saja, tidak apa-apa. Kita adalah kita, tetapi niat baik kami tidak bisa ditawar-tawar, semangat kami, ya, itulah kami, komitmen kami," tambahnya.

Menurut dia, perjalanan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 penuh dengan tantangan. Bahkan, ada pihak yang meminta partainya dikeluarkan dari koalisi dalam pemerintah usai mendeklarasikan Anies Baswedan.

"Ada yang menyatakan betapa bodohnya NasDem menempatkan calon presiden yang tidak populer karena dianggap membawa pikiran-pikiran yang bertentangan dengan komitmen kebangsaan, beraneka ragam. Akan tetapi, saudara, itulah NasDem. Sekali layar terkembang, surut kita bertandang," kata Surya Paloh menegaskan yang disambut tepuk tangan kader NasDem.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved