Gorontalo Diguyur Hujan, BMKG Keluarkan Peringatan Banjir hingga Kekeringan
Kota Gorontalo diguyur hujan deras dan petir, Selasa 18 Oktober 2022 pukul 14.00 Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/181022-hujan-liluwo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kota Gorontalo diguyur hujan deras dan petir, Selasa 18 Oktober 2022 pukul 14.00 Wita.
Pantauan TribunGorontalo.com, hujan juga terjadi di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Selanjutnya di Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Arah timur, selatan, barat hingga utara dari Kota Gorontalo terlihat mendung. Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di Tanah Air soal ancaman hujan lebat hingga kekeringan di beberapa wilayah untuk tahun depan.
BMKG menyampaikan pandangan iklim tahun 2023 (Climate Outlook 2023) bahwa sepanjang tahun 2023, gangguan iklim dari Samudra Pasifik yaitu ENSO diprakirakan akan berada pada fase Netral, tidak terjadi La Nina yang merupakan pemicu anomali iklim basah maupun El Nino yang merupakan pemicu anomali iklim kering. Demikian juga dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang merupakan gangguan iklim dari Samudra Hindia, diprediksi akan berada pada fase netral pada tahun 2023.
Berdasarkan hasil monitoring dan prediksi BMKG, kondisi suhu muka laut di wilayah Indonesia pada September hingga November 2022 dalam kondisi hangat, kemudian diprediksi akan menurun menuju kondisi normal mulai Desember 2022 hingga Mei 2023.
Namun, karena kompleks dan labil atau dinamisnya kondisi atmosfer dan interaksinya dg samodra/lautan di wilayah kepulauan Indonesia, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati tetap mewanti-wanti semua pihak untuk bersiap menghadapi terjangan bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan tahunan 2023 yang diprakirakan melebihi rata-ratanya atau melebihi batas normalnya di sebagian wilayah Indonesia, dan bahkan juga tetap perlu waspada dan siaga terhadap peningkatan potensi kekeringan dan karhutla di beberapa wilayah rawan.
Baca juga: Cuaca Gorontalo Kamis 13 Oktober 2022 Besok: Sumalata Hujan Lebat
"Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait harus segera melakukan mitigasi dan langkah antisipatif terhadap potensi jumlah curah hujan tahunan 2023 yang diprediksi berpotensi melebihi rata-ratanya, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Semua perlu dalam kondisi siaga dan waspada," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Senin (17/10/2022).
"Bahkan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan perlu pula ditingkatkan terhadap peningkatan potensi kekeringan dan karhutla di sebagian wilayah Indonesia", tambahnya.
Disampaikan pula oleh Dwikorita, Pemerintah Pusat maupun Daerah juga harus tetap terus meningkatkan optimalisasi fungsi infrastruktur sumber daya air pada wilayah urban atau yang rentan terhadap banjir, seperti penyiapan kapasitas yang memadai pada sistem drainase, sistem peresapan dan tampungan air, agar secara optimal dapat mencegah terjadinya banjir.
Selain itu juga perlu dipastikan keandalan operasional waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya untuk pengelolaan curah hujan tinggi saat musim hujan dan penggunaannya di saat musim kemarau.
Dwikorita menjelaskan, awal musim penghujan sendiri sudah dimulai sejak bulan September 2022. Sedangkan puncak musim penghujan diprediksi terjadi di bulan Desember 2022 dan Januari 2023.
Meski demikian, kata dia, beberapa daerah sudah mengalami banjir seperti Bali, Aceh, dan pesisir selatan Pulau Jawa.
Dipaparkan Dwikorita, berdasarkan Climate Outlook 2023 yang diterbitkan BMKG, beberapa wilayah yang diprediksikan berpotensi mendapatkan curah hujan tahunan yang cukup tinggi, yaitu lebih dari 2500 mm/tahun, terjadi di wilayah Sumatra utamanya sekitar pegunungan Bukit Barisan, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, sebagian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Selatan, dan sebagian besar Papua
Adapun daerah yang diprediksikan dapat mengalami hujan tahunan di atas normal adalah sebagian kecil Jambi bagian selatan, sebagian kecil Jawa Barat bagian utara, sebagian kecil Jawa Timur bagian timur, sebagian kecil Kalimantan Timur bagian selatan, sebagian kecil Bali bagian utara, sebagian NTB, dan sebagian kecil Sulawesi Tengah bagian timur.