Rabu, 4 Maret 2026

Dibanding Kacang Impor dari India, Kacang Tanah Gorontalo Dinilai Lebih Enak

Hal itu seperti yang diungkapkan Yusuf Olii, putra Gorontalo  yang kini pulang kampung. Yusuf Olii merupakan delegasi pengusaha kacang tanah di Jawa

Tayang:
zoom-inlihat foto Dibanding Kacang Impor dari India, Kacang Tanah Gorontalo Dinilai Lebih Enak
TribunGorontalo.com
Ilustrasi kacang tanah Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengusaha dari Jawa Timur mulai melirik kacang tanah Gorontalo. Bukan tanpa sebab, pengusaha menilai kacang tanah Gorontalo lebih enak dari kacang import India. 

Tidak heran, jika produktivitas kacang tanah petani bisa ditingkatkan, pengusaha Jawa Timur tersebut berencana buka perusahaan di Gorontalo. 

Hal itu seperti yang diungkapkan Yusuf Olii, putra Gorontalo  yang kini pulang kampung. Yusuf Olii merupakan delegasi pengusaha kacang tanah di Jawa Timur. 

Datang ke Gorontalo dengan tujuan mengembalikan kejayaan kacang tanah. Menggairahkan petani untuk kembali menanam kacang.

Sebab menurutnya, komoditi unggulan Gorontalo itu sebetulnya adalah kacang tanah, bukan jagung. 

Jagung belakangan baru populer dan jadi brand Gorontalo karena programnya eks gubernur Fadel Muhammad. Lagian, jika dilihat dari produktivitas jagung, Gorontalo justru tak masuk lima besar di Gorontalo. 

Kata Yusuf, saat ia masih kanak-kanak, bapaknya memiliki lahan kacang tanah seluas dua hektare. Jagung hanya jadi tanaman tambahan. 

Kini, kacang malah sulit ditemukan. Petani kacang pun jarang di Gorontalo. Padahal katanya, jika dibandingkan, kacang tanah lebih mudah dijual daripada jagung.

“Saat diskusi, ternyata pabrik yang dikelola Pak Minto itu kekurangan bahan baku kacang, olehnya saya ajak beliau ke Gorontalo untuk membeli kacang di daerah saya,” tuturnya.

kata Yusuf, produksi kacang tanah di Gorontalo memang masih terbilang sedikit. Agar petani bergairah menanam kacang, ia menjalin kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo. 

Kemitraan ini mengintervensi kebijakan dan dukungan agar petani mau menanam kacang. Terutama meningkatkan produktivitas kacang tanah. 

“Buyer (pembeli) dari Jawa Timur yang saya bawa sangat antusias melihat kualitas kacang tanah lokal Gorontalo, bahkan kualitasnya mengalahkan kacang India,” ungkap dia.

Karena itu, Yusuf berharap, jika jadi pengekspor kacang ke Jawa, Gorontalo bisa jadi penyuplai kacang terbesar di Indonesia. 

Apalagi, jika dibandingkan dengan hasil komoditi lain, harga kacang jauh lebih stabil dan perbandingan harga jauh dua kali lipat. Kacang memiliki harga Rp 11 ribu per kg, sementara jagung hanyalah Rp 4 ribu per kg. 

“Jujur waktu saya sosialisasi ke petani terkait kacang, saya dapati keluhan petani, menuturkan harga jagung sangatlah murah, dan mereka justru sampaikan, jika Bapak siap beli, kami akan segera beralih menanam kacang,” tutur Yusuf. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved