Pilpres 2024
Anies Pilih AHY atau Andika Perkasa? Pengamat Pilpres 2024 dari Gorontalo Beberkan Untung Ruginya
Anies Baswedan lebih berpeluang berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ketimbang Andika Perkasa untuk maju Pilpres 2024.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/181022-AHY-Andika1.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Anies Baswedan lebih berpeluang berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ketimbang Andika Perkasa untuk maju Pilpres 2024.
Hitungan politiknya Partai Nasdem yang mendeklarasi Anies dan didukung PKS butuh koalisi dengan Partai Demokrat agar dapat mengusung capres-cawapres di Pilpres 2024.
AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat hingga peluang Anies - AHY ikut kontestasi Pilpres 2024 lebih terbuka.
Selain ketua partai, elektabilitas AHY masuk 5 besar figur capres. Tingkat keterpilihan putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini cukup tinggi.
Pengamat politik dari Gorontalo Suprisno Baderan menyebut AHY berpeluang dipasangkan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketimbang Andika Perkasa di Pilpres 2024.
Alasan Suprisno, AHY sangat kuat dari sisi kepemilikan partai.
"Antara AHY dan Andika, AHY lebih cocok untuk pasangan Anis di Pilpres 2024, karena AHY memiliki bargaining yang cukup kuat," ungkap Suprisno melalui aplikasi WhatssApp kepada TribunGorontalo.com, Senin (17/10/2022).
Namun hal itu hanya sekadar hasil analisis sementara, jika ditanyakan siapa bakal calon pasangan Anies di Pilpres 2024. Sebab, jika pilpres diadakan saat ini hal tersebut tidak bakal terjadi.
Baca juga: Menuju Pilpres 2024, Netizen: Selamat Ulang Tahun Capres Prabowo Subianto
Menurut Suprisno yang juga sebagai Dosen Pemikiran Politik Islam di IAIN Sultan Amai Gorontalo, penunjukan Anies dan AHY itu belum cukup suaranya untuk mengusung dua sosok tersebut sebagai capres-cawapres di Pilpres 2024.
"Itupun jika digabungkan dengan suara nasdem belum cukup untuk mengusung capres-cawapres," ujarnya.
Dalam artian, Partai Nasdem dan Demokrat harus berkoalisi dengan partai lainnya. Agar mendapatkan suara banyak dan bisa mengusung calonnya di Pilpres 2024.
Disisi lain, Suprisno juga mengemukakan jika Anies dipasangkan dengan Andika Perkasa (AP).
Hal itu dapat menguntungkan Anies, jika mantan Gubernur DKI Jakarta itu memilih AP sebagai wakilnya di Pilpres 2024. Keuntungannya, Anies dapat lebih mudah mengambil langkah untuk mengkonsolidasi kekuatan militer.
"Lantaran posisi Andika pernah jadi Panglima TNI," pungkasnya.
Peluang Tiga Kekuatan Pilpres 2024:
Poros I
Capres: Ganjar Pranowo
Cawapres: Airlangga Hartarto
Golkar:
85 kursi
Jumlah suara: 17.229.789
(12,31 persen)
PAN:
44 kursi
Jumlah suara: 9.572.623
(6,84 persen)
PPP:
19 kursi
Jumlah suara: 6.323.147
(4,52 persen)
Poros II
Capres: Prabowo Subianto
Cawapres: Puan Maharani
PDI-P:
128 kursi
Jumlah suara: 27.503.961
(19,33 persen/bisa mengusung sendiri)
Gerindra:
78 kursi
Jumlah suara: 17.596.839
(12,57 persen)
PKB:
58 kursi
Jumlah suara: 13.570.970
(9,69 persen)
Poros III
Capres: Anies Baswedan
Cawapres: Agus Harimurti Yudhoyono/Andika Perkasa
Nasdem:
59 kursi
Jumlah suara: 12.661.792
(9,05 persen)
Demokrat:
54 kursi
Jumlah suara: 10.876.057
(7,77 persen)
PKS:
50 kursi
Jumlah suara: 11.493.663
(8,21 persen)
PKS 'Ojo Kesusu'
Partai politik mulai mengeskalasi politik Pilpres 2024! Terbaru, PKS 'ojo kesusu' atau tak mau buru-buru mendeklarasikan calon presiden.
Baca juga: Lobi Elite PKS Menuju Pilpres 2024: Anies - AHY Semeja dengan SBY - JK - Surya Paloh
Padahal PKS sering diasosiasikan sebagai parpol pendukung Anies Baswedan. Apakah ini hanya intrik atau kemungkinan PKS ke lain 'hati' di Pilpres?
Politik adalah seni tentang kemungkinan. Bukan mustahi PKS gabung PDIP atau Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Artinya statement Anies Baswedan berpotensi 'mati langkah' di Pilpres bukan isapan jempol belaka.
Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi menyebut, pihaknya tak akan terburu-buru mendeklarasikan capres yang akan diusung dalam gelaran Pilpres 2024.
Ia mengatakan, PKS memiliki konsen yang tinggi dalam menyiapkan diri untuk menghadapi pesta demokrasi nanti.
"Konsolidasi struktural terus dilakukan secara berkala untuk menyerap aspirasi internal PKS maupun menyiapkan mesin politik PKS dalam menyongsong pilpres mendatang,” kata Habib Aboe dalam keterangan tertulis, Senin (10/10/2022).
Ia menjelaskan, partainya belum memiliki rencana untuk mendeklarasikan capres di Pilpres 2024. PKS hingga saat ini masih terus mencermati perkembangan situasi politik nasional.
“Seluruh langkah politik yang diambil partai lain dalam pencapresan kita atensi dan hormati. Untuk PKS sendiri saat ini belum ada rencana mendeklarasikan salah satu tokoh sebagai capres yang akan diusung di pemilu 2024,” kata Habib Aboe.
Anggota Komisi III DPR RI ini mengatakan, kewenangan pencapresan di PKS sesuai ketentuan AD/ART pasal 18 ayat 2 huruf a merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP).
“Sedangkan hasil sidang DPTP memutuskan pencapresan akan disampaikan berdasarkan hasil musyawarah Majelis Syuro. Oleh karenanya, kita akan menunggu dan mengikuti proses tersebut,” katanya.
Selain itu, kata dia, salah satu kegiatan konsolidasi yang dilakukan oleh PKS ialah terus melakukan komunikasi politik dengan seluruh parpol.
“Ini adalah forum selevel Rapimnas untuk mendiskusikan situasi perkembangan politik nasional termasuk soal pencapresan,” katanya.
(*)