Pilpres 2024
Krisis Pangan Global dan Perang Jelang Pilpres 2024: Gerindra Makin Pasti Calonkan Prabowo
Situasi global pernuh ketidakpastian menyusul perang Rusia vs Ukraina dan ketengan China dan Taiwan 'menguntungkan' Prabowo Subianto hadapi Pilpres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/161022-menhan-prabowo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Situasi global yang pernuh ketidakpastian menyusul perang Rusia vs Ukraina dan ketengan China dan Taiwan 'menguntungkan' Prabowo Subianto hadapi Pilpres 2024?
Partai Gerindra yakin, di tengah situasi tak serba pasti dan peperangan Indonesia memerlukan figur seperti Prabowo Subianto untuk menjadi capres di Pilpres 2024.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengklaim Prabowo Subianto merupakan sosok yang bisa menangani masalah yang timbul saat dunia menghadapi ancaman perang seperti sekarang ini menjelang Pilpres 2024.
Selain itu, ia juga mengklaim Prabowo bisa menjawab permasalahan ketika dihadapkan dengan ancaman krisis pangan dan kondisi dunia yang berbahaya.
"Kenapa kami meminta Pak Prabowo maju? Karena inilah sosok yang bisa mengatasi ketika dunia di bawah ancaman perang, dunia dalam ancaman krisis pangan," kata Muzani saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar di kediaman Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Minggu (16/10/2022).
Muzani mengklaim, ketegasan, wibawa, pengetahuan, hingga pergaulan Prabowo di kancah internasional menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk bisa bertahan dalam menghadapi dunia yang tidak pasti. Apalagi, Prabowo juga lama berpengalaman di militer hingga kini menjabat Menteri Pertahanan.
Pada kesempatan tersebut, Muzani juga mengingatkan kader Gerindra baik di Depok maupun seluruh Indonesia agar menjadikan sikap Nabi Muhammad sebagai contoh. Salah satunya adalah sikap baik Nabi kepada orang Yahudi yang memusuhinya.
Menurutnya, tindakan Prabowo selaras dengan sikap Nabi tersebut.
Menteri Pertahanan itu disebut selalu berpesan agar kadernya berbuat baik kepada masyarakat meskipun mereka tidak memilih kader atau Partai Gerindra.
"Meskipun rakyat itu, kelompok itu sekalipun tidak memilihmu," ujar Muzani dikutip dari siaran pers resmi DPP Gerindra. Muzani berujar, jika praktik politik di Indonesia menerapkan sifat-sifat nabi meskipun sedikit, maka berbagai persoalan bisa dihadapi dengan mudah.
Baca juga: Isu Reshuffle Menteri dari Nasdem Jelang Pilpres 2024: Alasan PDIP hingga Tanggapan Pengamat
Elektabilitas Prabowo Berpotensi Turun
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad merespons penilaian lembaga survei yang menyebut elektabilitas Ketua Umum Prabowo Subianto sudah mentok sehingga tidak bisa naik lagi, bahkan berpotensi turun.
Dasco mengatakan, Prabowo yang belum pernah melakukan kampanye sudah memiliki elektabilitas yang cukup tinggi sebagai calon presiden (capres), apalagi ketika Prabowo melakukan kampanye.
"Ya coba saja dibandingkan dengan lembaga-lembaga survei lain yang kredibel menurut saya. Kita sama-sama tahu bahwa Pak Prabowo belum pernah turun kampanye dengan elektabilitas yang sekarang," ujar Dasco saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/10/2022).
Dasco menjelaskan, jika sebuah lembaga survei menilai elektabilitas Prabowo sudah mencapai titik puncak, maka perlu dibandingkan dengan lembaga survei lain yang lebih kredibel.
Dia menambahkan, Gerindra akan melihat temuan lain terlebih dahulu bagaimana ke depannya.
Sementara itu, Dasco mengatakan, elektabilitas Prabowo yang ada saat ini baru berdasarkan kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).
"Karena selama ini memang Pak Prabowo sesuai dengan apa yang ada, hanya kerja, kerja, menjalankan tugas sebagai Menteri Pertahanan," imbuhnya.
Sebelumnya, Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi menilai, tingkat elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah mencapai titik puncak.
Oleh karenanya, Menteri Pertahanan itu dinilai tidak bisa lagi meningkatkan elektabilitas, malah berpotensi turun.
"Saya melihat tingkat elektabilitas Prabowo sudah maksimal dan tidak bisa naik lagi, tetapi berpotensi turun," kata Ari kepada Kompas.com, Senin (11/10/2022).
Baca juga: Survei Pilpres 2024: 45,7 Persen Lulusan Sarjana Pilih Anies - AHY
Hal ini bukan tanpa alasan. Sebagai pejabat publik, menurut Ari, performa Prabowo saat ini hanya ditentukan oleh kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan, sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra.
Kegagalan Prabowo berulang kali di panggung pilpres juga memberikan citra tersendiri ke mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.
"Jejak rekamnya yang selalu gagal di pilpres-pilpres sebelumnya menjadi handicap (rintangan) bagi Prabowo," ujar Ari.
Adapun Prabowo sudah menyatakan kesediannya untuk maju sebagai capres 2024 dari Gerindra.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gerindra: Prabowo Capres yang Bisa Atasi Masalah di Bawah Ancaman Perang"