5 Arahan Presiden Jokowi Kepada Polri, dari Pungutan Liar hingga Ketegaran Penegakan Hukum

Pertama, Jokowi mengaku bahwa dari survey persepsi masyarakat terhadap Polri, ditemukan 27,9 persen masyarakat mengeluh terkait pungutan liar.

Penulis: Wawan Akuba | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/ist
DOC -- Presiden Jokowi. Presiden meminta Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo mengevaluasi kembali prosedur pengamanan sepak bola di Tanah Air. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pejabat utama Mabes Polri hingga Kapolda diundang langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana pada Jumat (14/10/2022). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan beberapa hal. 

Pertama, Jokowi mengaku bahwa dari survey persepsi masyarakat terhadap Polri, ditemukan 27,9 persen masyarakat mengeluh terkait pungutan liar. Karena itu, presiden dua periode itu meminta pungutan liar di masyarakat, segera dibereskan. 

Kedua, Jokowi mengingatkan terkait menciptakan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat. Ia para pejabat utama mabes Polri maupun Kapolda di seluruh Indonesia, untuk mengingatkan anggotanya perihal hal tersebut.

"Pendekatan-pendekatan yang represif, jauhi. Mencari-cari kesalahan nomor yang ketiga, (survei) 19,2 persen. Dan yang keempat, hidup mewah yang tadi sudah saya sampaikan," tegas Presiden.

Ketiga, Jokowi meminta para personel polisi terus menjaga dan mempertahankan solidaritas. Baik antara sesama anggota polisi maupun dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Itu penting sebab Indonesia akan memasuki tahun politik dan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Harus ada kepekaan, posisi politik ini seperti apa, sih. Karena Saudara-saudara adalah pimpinan-pimpinan tertinggi di wilayah masing-masing. Sense of politic nya juga harus ada. Tidak bermain politik tetapi mengerti masalah politik karena memang kita akan masuk dalam tahapan tahun politik," papar Jokowi.

Keempat, Jokowi meminta para pemimpin Polri di daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan sesuai undang-undang.

"Visi presisi, Pak Kapolri, saya minta juga tidak njelimet-njelimet, tolong disederhanakan sehingga yang di bawah itu mengerti apa yang dijalankan.” pinta Jokowi. 

Selanjutnya kelima, mengingatkan jangan sampai pemerintah maupun Polri dipandang lemah terkait dengan penegakan hukum. 

Karena itu, secara tegas Jokowi meminta Kapolri menindak tegas perihal judi online ataupun jaringan narkoba. Ini kata dia bisa mengembalikan kepercayaan publik kepada Polri

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri, saat itu urusan judi online, bersihkan, sudah. Saya enggak usah bicara banyak. Saudara-saudara tahu semuanya, perintah ini tahu.” tukas Jokowi. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved