PEMPROV GORONTALO
Dana Rp 51 Miliar Dikucurkan untuk Pelabuhan Tilamuta-Gorontalo, Target 2023 Mulai Pengerjaan
Pengerjaan proyek Rp 51 miliar Pelabuhan Tilamuta rencana dimulai 2023 nanti. Hal itu dipastikan oleh Pj Gubernur Gorontalo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/13102022_Pelabuhan-Tilamuta.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta – Pemerintah Gorontalo memastikan pengerjaan Pelabuhan Tilamuta di Desa Pentadu Timur, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer menyebut pelabuhan tersebut akan dikerjakan tahun 2023 nanti dengan dana Rp 51 Miliar.
Terdiri dari empat pekerjaan utama yakni perpanjangan dermaga 488 meter persegi, pembuatan trestle 240 meter persegi, pembuatan causeway 396 meter persegi, serta penguatan dermaga existing 496 meter persegi.
“Eksekusinya insyaallah tahun depan melalui anggaran SBSN (Surat Berharga Syariat Negara). langsung dikerjakan Kementerian Perhubungan,” kata Hamka saat mengunjungi Pelabuhan Tilamuta kemarin, Rabu (12/10/2022).
Dikatakan Hamka, pemanfaatan pelabuhan Tilamuta semakin hari semakin tinggi. Selain digunakan sebagai tempat berlabuh kapal barang antar pulau dan kapal ekspor, Pelabuhan Tilamuta juga sebagai tempat transit sejumlah kapal penumpang Sabuk Nusantara.
“Kalau semakin hari semakin tinggi pergerakan ekonomi (di Boalemo) maka perlu ada perluasan. Memang daya dukung tidak begitu kuat sementara banyak sekali memanfaatkan pelabuhan Tilamuta ini,” imbuhnya.
Pengembangan infrastruktur pelabuhan mendapat dukungan dari Penjabat Bupati Boalemo Hendriwan yang turut hadir pada peninjauan.
Hendrawan menilai pengembangan pelabuhan bisa meningkat pendapatan asli daerah.
“Kami selaku Penjabat Bupati Boalemo sangat mendukung pembangunan infrastruktur karena pelabuhan ini dapat meningkatkan pendapatan daerah kabupaten Boalemo,” kata Penjabat Bupati Boalemo Hendriawan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian serius yakni ancaman sedimentasi luapan sungai yang bermuara di pelabuhan.
Hadir juga Balai Wilayah Sungai Sulawesi II yang diharapkan bisa memikirkan pembangunan pintu air di muara sungai untuk mengendalikan banjir dan sedimentasi. (*)