Pilpres 2024
Bukan AHY, Pengamat: Anies Baswedan Butuh Sandiaga Uno untuk Menang Pilpres 2024
Siapa figur cawapres dari Anies Baswedan untuk Pilpres 2024 masih misteri. Beberapa nama mengemuka. Paling menguat Sandiaga Uno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/091022-anies-ahy-sandi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Siapa figur cawapres dari Anies Baswedan untuk Pilpres 2024 masih misteri. Beberapa nama mengemuka. Paling menguat Agus Harimurti Yudhoyono dan Sandiaga Uno.
AHY adalah Ketua Umum Partai Demokrat. Partai Nasdem sebagai pengusung Anies butuh koalisi supaya bisa mengusung di Pilpres 2024.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Sandiaga Uno punya elektabilitas tinggi, mengalahkan AHY pada berbagai survei. Sandiaga juga sebagai figur cawapres 'sultan', paling tajir dari sekian figur capres dan cawapres.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedy Kurnia Syah mengatakan, peluang Anies Baswedan dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat AHY cukup terbuka, meski tak bisa dibilang besar.
Deddy menyebut antara Anies dan AHY sama-sama memiliki potensi elektabilitas maupun popularitas sehingga kekuatannya tidak bertambah besar. Dedy menyebut jika keduanya bergabung maka akan seperti dua kekuatan yang sama digabung.
Padahal menurutnya Anies membutuhkan karakter cawapres yang punya peluang berbeda darinya. Dedy mencontohkan bahwa kekuatan yang diperlukan Anies adalah kelompok yang punya kekuatan logistik sekaligus eletabilitas dan popularitas seperti Erick Thohir atau Sandiaga Uno.
Sementara itu, AHY dalam konteks lobi-lobi politik, bisa saja dijanjikan untuk duduk di kursi kabinet Anies Baswedan ke depan.
Baca juga: Survei Massa PDIP-Golkar: Puan Maharani - Airlangga Kalahkan Prabowo dan Anies di Pilpres 2024
Harta Sandiaga Uno 150 Kali Lipat dari Jokowi
Sandiaga Uno dilaporkan menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju dengan jumlah harta paling besar, yakni mencapai Rp 10.617.085.468.830.
Jika dibandingkan dengan kekayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2021 sebesar Rp Rp 71.471.466.189, maka harta jumlah harta milik lebih besar sekitar 150 kali lipat.
Menurut catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam setahun terakhir harta Sandiaga meningkat sebesar Rp 6,8 triliun.
Dari data LHKPN yang diakses Kompas.com pada Rabu (20/4/2022), jumlah harta Sandiaga pada 2020 sebesar Rp 3.815.767.386.190.
Jumlah itu naik menjadi Rp 10.617.085.468.830 pada 2021.
Tanah dan bangunan Sandiaga juga mempunyai aset berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, Tangerang, Pandeglang, Singapura, dan Amerika Serikat senilai Rp 253.467.826.444 pada 2021.
Berikut ini rinciannya:
1. Tanah dan bangunan seluas 852 m2/582 m2 di Jakarta Selatan (hibah dengan akta) senilai Rp 31.671.060.000.
2. Tanah dan bangunan seluas 475 m2/239 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 17.089.212.000.
3. Tanah dan bangunan seluas 454 m2/250 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 13.650.170.000.
4. Tanah dan bangunan seluas 450 m2/511 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 17.358.850.000.
5. Tanah seluas 15 m2 di Kabupaten / Kota Tangerang senilai Rp 37.110.000.
6. Tanah seluas 15 m2 di Kabupaten / Kota tangeran senilai Rp 37.110.000.
7. Tanah dan bangunan seluas 277 m2/277 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 8.602.235.000.
8. Bangunan seluas 160 m2 di Singapura senilai Rp 7.504.731.000.
9. Bangunan seluas 119 m2 di Amerika Serikat senilai Rp 7.487.834.160.
10. Bangunan seluas 428 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 10.512.068.932.
11. Bangunan seluas 434 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 10.644.045.316.
12. Bangunan seluas 857 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 21.395.425.036.
13. Bangunan seluas 434 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp 23.000.000.000.
14. Bangunan seluas 110 m2 di Amerika Serikat senilai Rp 15.618.375.000.
15. Bangunan seluas 98 m2 di Amerika Serikat senilai Rp 33.219.600.000 16.
Tanah dan bangunan seluas 400 m2/80 m2 Pandeglang senilai Rp 640.000.000. 17.
Tanah seluas 370 m2 di Jakarta Selatan senilai 35.000.000.000.
Baca juga: PPP Jakarta Usulkan Anies Baswedan - Sandiaga Uno Maju Pilpres 2024
Alat transportasi Dalam LHKPN tercatat Sandiaga mempunyai tiga mobil pribadi. Nilai keseluruhan mencapai Rp 775.000.000. Berikut ini rinciannya:
1. Nissan Grand Livina (2013) senilai Rp 95.000.000.
2. Nissan X-Trail (2015) senilai Rp 200.000.000.
3. Toyota Corolla Cross 18 Hybrid (2021) senilai Rp 480.000.000.
Harta bergerak hingga utang Sandiaga tercatat mempunyai harta bergerak lain sebesar Rp 3.200.000.000.
Kemudian, Sandiaga juga mempunyai surat berharga senilai Rp 9.775.137.398.758.
Kas dan setara kas milik Sandiaga tercatat sebesar Rp 787.641.667.949. Sedangkan harta lainnya mencapai Rp 85.901.849.559.
Selain itu, Sandiaga tercatat mempunyai utan sebesar Rp 289.038.273.880.
Harta Jokowi Total harta Presiden Jokowi selama 2021 mencapai Rp 71.471.466.189.
Jumlah itu mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan harta Jokowi di tahun sebelumnya, yakni Rp 63.616.935.818.
Kenaikan harta kekayaan Presiden Jokowi itu sekitar 12,36 persen atau setara dengan Rp 7.854.510.371.
1. Tanah dan bangunan
Jokowi mempunyai beberapa tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp 59.445.696.000. Berikut ini perinciannya:
Alat transportasi dan mesin Presiden Jokowi tercatat mempunyai sejumlah kendaraan bermotor, yaitu:
Mobil Suzuki Pick up 1997, hasil sendiri: Rp 10.000.000
Mobil, Isuzu Truck 2002, hasil sendiri: Rp 50.000.000
Sepeda Motor, Yamaha Vega 2001, hasil sendiri: Rp 2.000.000
Mobil, Mercedes Benz Sedan 2004, hasil sendiri: Rp 140.000.000
Mobil, Mercedes Benz Sedan 1996, hasil sendiri: Rp 60.000.000
Mobil, Isuzu Truck 2002, hasil sendiri: Rp 35.000.000
Mobil, Nissan Grand Livina Mnibus 2010, hasil sendiri: Rp 70.000.000
Mobil, Nissan Juke Minibus 2012, hasil sendiri: Rp 100.000.000
Harta bergerak
Presiden Jokowi juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 356.950.000.
Kas dan setara kas
Adapun harta kas dan setara kas yang dimiliki Presiden Jokowi adalah Rp 11.511.130.292.
Tanah dan Bangunan Seluas 168 m2/150 m2 di Kab / Kota Sukoharjo, hasil sendiri: Rp 420.000.00
Tanah dan Bangunan Seluas 838 m2/500 m2 di Kab / Kota Kota Surakarta, hasil sendiri: Rp 7.285.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 1120 m2/648 m2 di Kab / Kota Kota Surakarta, hasil sendiri: Rp 5.600.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 2185 m2/1600 m2 di Kab / Kota Sukoharjo, hasil sendiri: Rp 2.185.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 1642 m2/1500 m2 di Kab / Kota Sukoharjo, hasil sendiri: Rp 1.642.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 1773 m2/1500 m2 di Kab / Kota Sukoharjo, hasil sendiri: Rp 1.773.000.000
Tanah Seluas 716 m2 di Kab / Kota Kota Surakarta, hasil sendiri: Rp 2.864.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 365 m2/60 m2 di Kab / Kota Kota Surakarta, hasil sendiri: Rp 1.825.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 302 m2/176 m2 di Kab / Kota Kota Surakarta, hasil sendiri: Rp 2.265.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 1187 m2/120 m2 di Kab/Kota Karanganyar, hasil sendiri: Rp 428.100.000
Tanah Seluas 673 m2 di Kab/Kota Karanganyar, hasil sendiri: Rp 134.600.000
Tanah dan Bangunan Seluas 2000 m2/1320 m2 di Kab/Kota Sragen, hasil sendiri: Rp 1.975.400.000
Tanah dan Bangunan Seluas 2000 m2/1320 m2 di Kab/Kota Sragen, hasil sendiri: Rp 1.975.400.000
Tanah dan Bangunan Seluas 2000 m2/1320 m2 di Kab/Kota Sragen, hasil sendiri: Rp 1.975.400.000
Tanah Seluas 585 m2 di Kab/Kota Boyolali, hasil sendiri: Rp 37.440.000
Tanah dan Bangunan Seluas 1380 m2/138 m2 di Kab/Kota Boyolali, hasil sendiri: Rp 160.356.000
Tanah Seluas 1000 m2 di Kab/Kota Boyolali, hasil sendiri: Rp 100.000.000
Bangunan Seluas 104.2 m2 di Kab/Kota Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp 3.500.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 5362 m2/1992 m2 di Kab / Kota Kota Surakarta, hasil sendiri: Rp 22.500.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 2140 m2/300 m2 di Kab/Kota Karanganyar, hasil sendiri: Rp 800.000.000
(*)