Pilpres 2024
Pertemuan Batutulis Megawati - Jokowi: Sinyal Puan Maharani - Airlangga Maju Pilpres 2024
Megawati bertemu Presiden Joko Widodo usai Puan Maharani 'mesra' dengan Airlangga Hartarto. Spekulasi 'mengawinkan' Puan dan Airlangga di Pilpres 2024
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/081022-puan-jokowi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu Presiden Joko Widodo usai Puan Maharani 'mesra' dengan Airlangga Hartarto di hari yang sama, Sabtu 8 Oktober 2022. Muncul spekulasi ingin 'mengawinkan' Puan Maharani - Airlangga untuk Pilpres 2024.
Jokowi dan Megawati disebut sebagai king dan queen maker Pilpres 2024. Jokowi mengendalikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) termasuk Partai Golkar yang diketuai Airlangga. Sedangkan Puan Maharani adalah putri dari Megawati.
Sabtu pagi, Puan Maharani - Airlangga mesra saat pertemuan di Tuguh Monas, Jakarta. Puan Maharani dapat hadiah mobil listrik berwarna merah kuning, keduanya pun naik mobil bareng.
Spekulasi 'kawinan' Puan Maharani - Airlangga menguat. Keduanya didukung PDIP dan Golkar, dua partai politik pemenang Pemilu 2019. Bahkan, beberapa survei menempatkan PDIP dan Golkar sebagai parpol terkuat di Pemilu 2024.
Elektabilitas kedua partai mencapai 32 persen, tertinggi dari kalkulasi 3 poros kekuatan bakal mengusung capres - cawapres.
Diketahui selain PDIP - Golkar, Partai Gerindra dan PKB sudah membentuk koalisi. Kerja sama politik ini menjagokan Prabowo Subianto sebagai capres dan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres.
Kemudian poros berikutnya Partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat. Poros terakhir bakal mengusung pasangan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.
Jokowi dan Megawati bertemu di Batutulis, Bogor, pada Sabtu (8/10/2022). Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto, pertemuan itu berlangsung selama dua jam.
Baca juga: Drama Politik Pilpres 2024: Puan Maharani Lirik Airlangga, Anies - AHY Mesra
“Dialog dilakukan selama dua jam. Makanan secara khusus dipersiapkan oleh Ibu Megawati berupa jagung, kacang Bogor, pisang rebus, talas, dan juga nasi uduk. Dari makanan untuk menjamu Presiden Jokowi sendiri penuh dengan semangat kerakyatan," ujar Hasto dalam siaran pers PDI-P.
Hasto menjelaskan, Megawati sendiri sejak Maret 2020 telah menginstruksikan untuk menanam 10 tanaman pendamping beras seperti pisang, jagung, talas, kacang-kacangan, ketela, sukun, sorgum, porang dan sebagainya.
“Apa yang dicanangkan Bu Mega sejak 2,5 tahun lalu kini terbukti, dunia menghadapi krisis pangan. Karena itulah Bu Mega menghidangkan makanan pendamping beras secara khusus ke Pak Jokowi, agar Indonesia benar-benar berdaulat di bidang pangan," jelasnya.
Kemudian, dalam diskusi mendalam tersebut, juga dibahas langkah-langkah penting di dalam menghadapi krisis ekonomi dunia dan pangan.
Hasto menuturkan, Megawati memang sangat menaruh perhatian terhadap krisis ekonomi dan pangan. "Dan beliau membagi pengalaman lengkap menuntaskan krisis multidimensional.
Saat itu seluruh jajaran Kabinet Gotong Royong benar-benar fokus dan terpimpin sehingga pada tahun 2004 Indonesia bisa keluar dari krisis," jelasnya.
"Pak Jokowi pun menegaskan keseriusan pemerintah, termasuk bagaimana para menteri harus fokus menangani berbagai tantangan perekonomian, krisis pangan-energi, dan tekanan internasional akibat pertarungan geopolitik," lanjut Hasto.
Selain itu pertemuan kedua tokoh juga membahas soal hal-hal terkait agenda Pemilu 2024.
"Yang kuga tidak luput dari pembahasan adalah agar Pemilu 2024 benar-benar menjadi momentum kebangkitan Indonesia Raya dan sekaligus ada kesinambungan kepemimpinan sejak Bung Karno, Bu Mega, Pak Jokowi hingga kepemimpinan nasional ke depan," tambah Hasto.
Puan Ingin Kinerja Pemerintahan Jokowi Dilanjutkan
Ketua DPP PDI-P Puan Maharani membawa pesan agar kinerja Presiden Joko Widodo terus dilanjutkan saat bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Monas, Jakarta, Sabtu (8/10/2022).
“Menjadi suatu hal yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan yang sudah (dikerjakan) periode Pak Jokowi untuk bisa diteruskan,” papar Puan.
Baca juga: Demokrat Gorontalo: Anies Baswedan - AHY Harga Mati di Pilpres 2024
“Jangan sampai rakyat dirugikan atas dua periode Presiden Jokowi,” sambung dia. Ia menyampaikan, terbuka kemungkinan PDI-P bekerja sama dengan Partai Golkar untuk menghadapi Pemilu 2024.
“Ini kan masih panjang, waktunya masih lama. Tidak ada dinamika yang tidak mungkin. Masih banyak dinamika yang terjadi sampai 2024,” ungkap dia.
Namun, Puan tak menutup kemungkinan bahwa PDI-P berkontestasi dengan Partai Golkar.
Ia memandang persaingan politik itu wajar asal dilakukan dengan semangat persatuan. “Yang pasti adalah bagaimana pasca-kontestasi kita bisa sama-sama membangun bangsa,” kata Puan.
Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan bahwa PDI-P dan Partai Golkar punya kedekatan yang panjang. Kedua parpol terus berkolaborasi hingga saat ini. Airlangga mengeklaim, keberhasilan pemerintah menghadapi pandemi Covid-19 tak lepas dari peran kedua parpol.
Airlangga menegaskan keberlanjutan pembangunan era Presiden Jokowi bisa terjamin jika PDI-P dan Partai Golkar bersatu.
“Untuk melanjutkan pembangunan harus ada unsur partai politik terbesar di Indonesia, yaitu PDI-P dan Golkar,” kata Airlangga.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Bertemu Mega di Batutulis Selama 2 Jam, Ada Apa?"