Kota Gorontalo Darurat Air Bersih, Akun PDAM Diserbu Warganet
Warganet ramai-ramai melayangkan protes atas macetnya air bersih dari Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/06102022_PDAM.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Akun facebook Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo diserbu netizen yang kecewa air mati.
Warganet ramai-ramai melayangkan protes atas macetnya air bersih dari Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo.
Sebelumnya pada 2 Oktober 2022 lalu, otoritas Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo menginformasikan distribusi air ke wilayah Kelurahan Siendeng dan Kelurahan Donggala untuk sementara dimatikan.
Alasannya, karena saat itu pihak Perumda Muara Tirta tengah melakukan pencucian bak reservoir Siendeng.
Lalu di hari yang sama, Perumda Muara Tirta kembali menginformasikan pendistribusian air dari IPA Kabila maupun IPA Bulotadaa dikurangi kapasitas & tekanannya.
Alasanya karena air baku sungai keruh, artinya terdapat sedimen dan sampah. Ini berakibat pada penyumbatan di saringan pompa air baku intake.
“Dan Tekanan air di rumah pelanggan akan terjadi tdk normal dan bahkan ada yg akan off distribusi air. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.” tulis Humas Perumda Muara Tirta dalam laporan tertulisnya.
Namun, hingga dua hari atau hingga Rabu 5 Oktober 2022, masyarakat masih mengalami kendala dalam menikmati layanan air bersih dari Perumda Muara Tirta.
Karena itu, ramai-ramai warganet ini menyerbu akun facebook Perumda Muara Tirta. Mereka meminta kejelasan otoritas terkait karena air bersih belum juga mengalir ke rumah merak.
Akun Facebook Ade Hidayani misalnya, ia mengaku tinggal di rumah dinas Imigrasi. Sejak Sabtu 30 September katanya pasokan air ke rumahnya mati.
Padahal ia mengaku memiliki anak bayi, ada anak kecil yang sekolah, serta suami yang bekerja. Kebutuhan air sangat diperlukan untuk memasak dan mandi.
“Jangankan mandi BAB dan BAK gak BISA????????? TLG KIRIM AIR KESINI…. Rumah Dinas Pun kalian hambat” tulis akun tersebut, seperti dikutip Kamis (6/10/2022).

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Wirda Tanib. Ia meminta solusi Perumda Muara Tirta. Katanya, sejak minggu air hanya lancar di waktu dini hari. Lalu pada Subuh mati lagi.
Ia merasa kesulitan karena untuk mandi dan memasak harus beli air galon isi ulang. Paling mengesalkan kata dia jika harus bayar air mahal.

Komentar Wirda ditanggapi Pransica, ia mengaku mengalami hal yang sama. Bahkan ketika membeli air di depot juga ternyata dibatasi. Karena depot rupanya juga mengalami hal yang sama. (*)