Budaya Gorontalo
Amongo Sebagai Budaya Gorontalo Masuk Warisan Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Wahyudin Athar Katili sangat bersyukur atas penetapan tersebut.
TribunGorontalo.com/free
Seorang warga Gorontalo menunjukan produk budaya Gorontalo Amongo.
Saat ini, masyarakat lebih banyak menggunakan karpet berharga mahal, atau juga biasanya menggunakan parlak produksi China yang lebih murah.
Djamiko, lansia di Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato mengaku dulunya pengrajin Amongo. Ia membeli bahan di pasar, lalu dibawa pulang dan dibuat tikar.
Kepada TribunGorontalo.com, Djamiko mengaku mampu menghasilkan tikar dalam waktu 1 minggu. Tikar itu lalu dijual dengan harga terjangkau di pasaran.
“Namun kini, saya tak lagi menjadi pengrajin. Sudah lama tidak bikin amongo. Karena sudah tidak ada yang pakai,” kata Djamiko, Kamis (6/10/2022).
Menurut Djamiko, orang-orang kini lebih suka membeli karpet atau parlak dari plastik. “Sudah tidak ada yang pakai Amongo ini,” tukasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/6102022_Amongo-001.jpg)