Pilpres 2024
Eskalasi Pilpres 2024 Memanas, Gerindra: Prabowo Subianto Siap Lawan Anies Baswedan
Eskalasi politik Pilpres 2024 memanas! Menteri Pertahanan Prabowo Subianto siap melawan siapa pun termasuk Anies Baswedan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/041022-Prabowo-Anies-4.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Eskalasi politik Pilpres 2024 memanas! Menteri Pertahanan Prabowo Subianto siap melawan siapa pun termasuk Anies Baswedan yang maju konstestasi pesta demokrasi.
Partai Gerindra pasang kuda-kuda untuk memenangkan Ketua Umum Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, Prabowo Subianto siap melawan siapa pun yang maju Pilpres 2024.
"Partai Gerindra telah menyatakan akan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres. Siapa pun lawan nanti, Gerindra sudah siap bertarung," ujar Habibueokhman, Selasa 4 Oktober 2022.
Kepercayaan diri kubu Prabowo Subianto bukan tanpa alasan. Teranyar Skala Survei Indonesia (SSI) menempatkan Prabowo Subianto sebagai capres yang punya elektabilitas atau tingkat keterpilihan paling tinggi.
Jelang 12 bulan menghadapi tahapan pendaftaran capres-cawapres Pemilu 2024, SSI merilis jajak pendapat capres. Salah satu topik yang dibahas dalam paparan itu adalah tingkat lektabilitas capres.
Baca juga: Terima Kasih ke Nasdem: Jarnas Gorontalo Siapkan Menangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024
Direktur Eksekutif SSI Abdul Hakim menyatakan bahwa saat bahwa ada tiga nama tertinggi yang memiliki tingkat elektabilitas terbaik. Mereka adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies baswedan.
“Dalam Pertanyaan tertutup dengan menyodorkan 10 nama calon presiden, seandainya pilpres dilakukan hari ini, tiga nama calon presiden yang paling banyak dipilih adalah Prabowo Subianto sebesar 30,3 persen, disusul Ganjar Pranowo sebesar 22,3 persen, dan Anies Baswedan sebesar 20,8 persen. Sementara yang belum memutuskan atau tidak tahu/tidak jawab/rahasia sebanyak 6,2 persen,” jelas Hakim dalam keterangan resminya.
Ketika ditanyakan terkait siapa yang paling punya kans menang, Abdul Hakim menjelaskan bahwa yang paling penting untuk dijawab terlebih dahulu adalah siapa tokoh yang paling berpeluang untuk menjadi calon presiden.
“Ada dua variabel yang bisa kita jadikan rujukan untuk menghitung peluang tokoh yang berpeluang diusung menjadi capres. Pertama dari sisi elektoral melalui kaca mata survei. Dan yang kedua melalui potensi mendapatkan bording pass pencapresan dari 9 parpol berkursi di DPR RI sebagai pemegang tiket” tuturnya.
Baca juga: Kemungkinan Duet Prabowo-Jokowi Maju Pilpres 2024: Begini Analisis Pakar
“Dari sisi elektoral melalui tolak ukur survei, hingga saat ini ada tiga tokoh Indonesia yang selalu masuk dalam tiga besar kandidat yang memiliki tingkat eleksi terbaik. Mereka adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies baswedan. Tiga nama ini menjadi kelompok terdepan yang jauh meninggalkan kandidat-kandidat lain yang banyak beredar saat ini”, lanjut Hakim lagi.
“Kemudian jika kita lihat dari sisi potensi mendapatkan boarding pass tiket pencapresan dari 9 parpol berkursi di DPR RI. 3 nama yang memiliki tingkat eleksi tertinggi, yakni:
Prabowo Subianto,
Ganjar Pranowo, dan
Anies Baswedan
Baru nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang sudah dideklarasikan secara resmi oleh partai politik sebagai capres, yakni Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan Anies Baswedan dari Partai Nasdem.
"Sementara dua lainnya, yakni Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil, hingga saat ini belum ada parpol yang secara resmi akan mencapreskan mereka.” Jelas Hakim lebih jau.
Dengan merujuk dua variabel itu, Hakim kemudian menyimpulkan bahwa Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang paling memiliki peluang.
“Selain memiliki tingkat eleksi baik, mereka sudah diusung secara resmi oleh parpolpor berkursi di DPR RI sebagai pemegang tiket,” paparnya.
Akan tetapi, masih menurut Hakim, peluang Prabowo lebih besar untuk mendapatkan tiket capres karena Prabowo yang diusung Partai Gerindra, hanya butuh satu temen koalisi dari 8 parpol berkursi lainnya di DPR RI untuk bisa mendapatkan tiket capres, kecuali dengan PPP.
Dan saat ini, Gerindra sudah bergandengan dengan PKB yang komposisi kursinya sudah di atas 20 persen.
Sementara untuk Anies Baswedan yang diusung Partai Nasdem, jika tidak berkoalisi diantara Golkar dan PKB, maka harus membutuhkan minimal 2 temen koalisi parpol.
Saat ini, dua parpol yang santer menyeruak akan bekerja sama dengan Nasdem adalah PKS dan Demokrat.
Akan tetapi, koalisi ini hingga saat ini belum juga berhasil menemui titik sepakat karena ada tarik-menarik yang cukup kuat dalam variabel siapa yang akan mendampingi Anies, apakah menjadi hak PKS yang memiliki suara lebih tinggi dari demokrat, atau hak demokrat yang memiliki kandidat internal dengan tingkat eleksi lumayan baik, yakni AHY, ataukah bahkan menjadi hak Nasdem yang memiliki komposisi kursi dan suara paling tinggi diantara ketiganya?
“Kalau melihat potretnya seperti ini, sepertinya Prabowo Subianto yang berada pada posisi paling nyaman untuk mendapatkan tiket pencapresan. Kita akan tunggu, siapa kira-kira yang akan menjadi kompetitor Prabowo Subianto di Oilpres 2024 nanti,” pungkas Hakim.
(*)