Pilpres 2024
PDIP Gorontalo Tanggapi Duet Puan Maharani-AHY atau Cak Imin di Pilpres 2024
PDIP Gorontalo bersiap mendukung jika Ketua Umum Megawati Soekarnoputri telah memutuskan capres-cawapres, baik Puan Maharani-AHY atau Cak Imin.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Lodie Tombeg
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/011022-Puan-Cak-Imin-AHY-01.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - PDIP Gorontalo menanggapi isu duet Puan Maharani-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau Puan Maharani-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk Pilpres 2024.
PDIP Gorontalo bersiap mendukung jika Ketua Umum Megawati Soekarnoputri telah memutuskan capres-cawapres, baik Puan Maharani-AHY atau Cak Imin.
Sekretaris DPD PDIP Gorontalo Laode Haimudin mengatakan, Puan Maharani masih sementara dalam tahapan mensosialisasikan diri.
"Di samping Ibu Puan sebagai Ketua DPR RI, masih sementara mensosialisasikan diri," kata Laode melalui telepon selular kepada Tribun Gorontalo, Sabtu (1/10/2022) sore.
Untuk keputusan siapa yang bakal menjadi pasangan Puan Maharani di pilpres nanti, menurut Laode, tak ada satu pun yang bisa berandai-andai.
Dalam artian belum ada satu pun dari kader PDIP bisa menjawab, siapa bakal calon pasangan Puan Maharani di Pilpres nanti.
Baca juga: Jajak Pendapat: Tiga Kompetensi Capres Menang Pilpres, Bobotnya 64,5 Persen
Lebih lanjut Laode mengatakan, hal tersebut bisa terjadi disebabkan semua keputusan sepenuhnya adalah hak prerogatif Megawati.
Karenanya, seluruh struktural dari anak ranting di tingkat dusun maupun DPP PDIP, akan mendengarkan apa yang diperintahkan oleh ketua umum.
"Kami pasti akan tegak lurus untuk memenangkan apa yang diputuskan oleh ibu Mega," kata Laode tegas.
Puan Maharani akan bertemu Ketua Umum Partai Demokrat AHY usai bertemu Cak Imin yang juga Ketua PKB.
Puan Maharani sempat membeberkan kriteria cawapres. Putri Megawati ini ingin 'menikah' dengan figur cawapres yang cocok dengannya. Apakah AHY masuk kriteria?
Duet Puan Maharani-AHY untuk pilpres berpotensi meski kecil. Demikian pendapat beberapa analis politik.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul mengungkapkan bahwa Ketua DPP PDI-P Puan Maharani belum mendapat arahan untuk menemui Ketua Umum Partai Demokrat AHY.
Adapun Puan mendapat misi khusus dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk melakukan safari politik dengan mengunjungi semua partai politik.
"Belum ada arahan," ujar Pacul saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2022).
Pacul bahkan mengaku kesulitan menjawab saat ditanya perihal keinginan Partai Demokrat yang mau bertemu dengan PDI-P.
Namun demikian, dia mengatakan, Megawati memang memerintahkan Puan untuk mengunjungi semua partai politik.
"Agak susah jawabnya. Tapi kan perintahnya enggak pernah dicabut Ketua Umum ke Mbak Puan, bahwa beliau diminta bertemu para ketua partai, kan gitu," tuturnya.
"Bahwa kemudian AHY sebagai ketua partai menawari seperti itu, ya sah-sah saja," sambung Pacul.
Sementara itu, Pacul mengungkapkan PDI-P akan bertemu dengan Partai Golkar dalam waktu dekat ini.
Baca juga: Sandiaga Uno Penentu Kemenangan Pilpres 2024: Prabowo-Anies-Ganjar Tak Lewati 50 Persen
Setelah Golkar, kata Pacul, masih banyak partai lain yang akan dikunjungi PDI-P. "(Dalam waktu dekat bertemu) dengan Golkar," ucap Pacul.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, partainya akan menyambut rencana pertemuan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dengan AHY.
Diketahui, saat ini situasi politik antara PDI-Perjuangan dengan Partai Demokrat tengah memanas, menyusul adanya dugaaan kecurangan yang akan muncul saat Pemilu 2024 mendatang.
"Namanya perbedaan dalam dunia politik sudah biasa perdebatan. Kemudian, hubungan kadang dingin, kadang panas ya itu dunia politik," kata Herman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/9/2022).
Dia menambahkan, jika kemudian kedua partai saling mempertahankan prinsip masing-masing, hal itu juga merupakan hal yang wajar.
"Tapi, di tengah itu, silahturahmi politik, kemudian komunikasi politik juga menjadi hal yang baik di mata publik," ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa AHY sebelumnya juga pernah menemui Puan. Oleh karenanya, komunikasi antara Puan dan AHY tetap perlu dijaga.
Lebih lanjut, Herman berpandangan bahwa pertemuan antaran Puan dan AHY menunjukkan soal pentingnya demokrasi.
"Bahwa, demokrasi itu jangan dianggap sebuah pertandingan yang kita selalu berseberangan yg selalu bermusuhan," jelasnya.
"Tapi, pertandingan ada saatnya bertanding, ada saatnya juga kita menunjukkan kepada publik juga selesai pertandingan itu, selesai juga persoalannya," sambung Herman.
Diketahui, dalam safari politik PDI-P, Puan telah menemui sejumlah ketua umum partai politik.
Di antaranya seperti Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Cak Imin.
Baca juga: Puan Maharani-Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas: Kode Duet Pilpres 2024
Kriteria Cawapres Puan Maharani
Puan Maharani membeberkan kriteria calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya apabila maju sebagai calon presiden (capres) di tahun 2024 mendatang.
Ia mengatakan, yang paling penting, dirinya akan mencari pasangan yang cocok dan memiliki kesamaan cita-cita.
"Ya namanya juga mau 'menikah'. Kalau mau cari pasangan, semua calon pasti cari pasangan yang cocok dengan visi misi sa, cita-cita sama, dan bagaimana visi misi dan cita-cita yang sama itu bisa untuk kesejahteraan rakyat," ujar Puan saat ditemui di kawasan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/9/2022).
Selain itu, Puan tidak ingin apabila dirinya tiba-tiba pecah kongsi dengan cawapresnya di tengah jalan. Jika kesampaian resmi menjadi Presiden, Puan ingin bekerja bersama Wapres yang sama selama 5 tahun.
"Paling tidak 5 tahun kita bisa kerja sama untuk rakyat dengan visi dan cita-cita yang sama," tutur dia.
Puan mengaku sudah membidik sosok yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden selama menjalani safari politik.
Diketahui, sejauh ini Puan telah mengunjungi sejumlah partai politik sesuai arahan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
"Ya iya dong. Masa jalan ke mana-mana enggak punya calon, ada yang diincar lah," kata Puan.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang juga ingin menjadi Presiden turut membeberkan kriteria cawapres versinya.
"Semua proses kita ikuti dan cari titik temu yang terbaik, ujungnya di situ," timpal Cak Imin.
(*)