Israel Diduga Mata-matai Airlangga Hartarto dan Belasan Pejabat RI, Begini Cara Kerja Spyware

Selain Airlangga Hartarto, yang ditargetkan adalah seorang pejabat militer senior, dua diplomat regional, serta penasihat di Kementerian Pertahanan.

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
iPhone dan lambang Mossad Israel. Selain Airlangga Hartarto, yang ditargetkan adalah seorang pejabat militer senior, dua diplomat regional, serta penasihat di Kementerian Pertahanan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Israel diduga telah memata-matai belasan pejabat pemerintah dan militer Indonesia sejak tahun 2021 melalui perangkat Spyware di antaranya Menko┬áPerekonomian Airlangga Hartarto.

Selain Airlangga Hartarto, yang ditargetkan adalah seorang pejabat militer senior, dua diplomat regional, serta penasihat di Kementerian Pertahanan.

Juru bicara NSO Group telah membantah pihaknya terlibat dalam insiden keamanan siber yang menargetkan sejumlah pejabat Indonesia pada 2021 di antaranya Airlangga Hartarto.

Spyware (software mata-mata) buatan perusahaan Israel, NSO Group, yang menyusup ke dalam perangkat iPhone mereka pada akhir 2021.

Baca juga: DPP Golkar: JK Dukung 1.000 Persen Airlangga Hartarto Maju Pilpres 2024

Meski software ini dibuat oleh perusahaan Israel NSO Group, namun tidak diketahui pihak mana yang menggunakan spyware ini untuk menargetkan belasan pejabat RI.

Menurut sumber yang dikutip Reuters, enam dari belasan pejabat yang menjadi target sypware di antaranya adalah Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, seorang pejabat militer senior, dua diplomat regional, serta penasihat di Kementerian Pertahanan.

Keenam target ini berkata bahwa mereka menerima e-mail dari Apple pada November 2021. Melalui e-mail tersebut Apple menyatakan bahwa pihaknya yakin para pejabat sedang menjadi "target serangan yang disponsori negara".

Namun Apple tak mengungkap identitas maupun jumlah pengguna yang menjadi target serangan tersebut. Seorang direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga berkata kepada Reuters bahwa dirinya menjadi target dan mendapat pesan yang sama dari Apple.

Kendati begitu, ia enggan mengumbar identitasnya. Menurut Apple dan peneliti keamanan siber, perangkat para korban disusupi oleh software canggih bernama ForcedEntry, buatan perusahaan mata-mata siber Israel - NSO Group, untuk membantu agen mata-mata asing mengendalikan iPhone dari jarak jauh.

Selain NSO Group, ada pula perusahaan Israel lainnya yang mengembangkan software serupa, yaitu QuaDream.

Baca juga: Terharu, Emak-emak Dorong Airlangga Hartarto Maju Pilpres 2024

Terkait insiden ini, KompasTekno sudah menghubungi pihak Badan Siber dan sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk meminta penjelasan. Akan tetapi keduanya belum memberikan tanggapan.

Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Rina Anita hanya berkata, "Kami koordinasikan dengan Satker (Satuan Kerja) terkait."

Adapun menurut Reuters, juru bicara Kementerian Luar Negeri menyatakan pihaknya tidak mengetahui soal kasus serangan itu dan merujuk ke BSSN.

NSO Group bantah Juru bicara NSO Group membantah pihaknya terlibat dalam insiden keamanan siber yang menargetkan sejumlah pejabat Indonesia pada 2021 itu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved