Mengenal Payu Limo Totalu: Pancasila Versi Gorontalo Ini Lahir sebelum Indonesia
Sebelum Indonesia melahirkan prinsip dasar berupa Pancasila, Gorontalo sudah memiliki lima prinsip disebut Payu Limo Totalu, menurut Ali MobiliU
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ali-MobiliU-dalam-agenda-bedah-buku-Momuato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sebelum Indonesia melahirkan prinsip dasar berupa Pancasila, Gorontalo sudah memiliki lima prinsip disebut Payu Limo Totalu (Lima Prinsip dasar yang harus dihayati), menurut Ali MobiliU.
Payu Limo Totalu dimaksud Ali MobiliU itu, yakni Bangusa Talalo (Bangsa ini harus dijaga), Lipu Podudualo (Negeri ini dibela), Nyawa Podungalo (Nyawa harus dipertaruhkan untuk Gorontalo), Batanga pomaya (Jiwa dan Raga harus diabdikan di Gorontalo), dan Upango Potombulu (Harta harus diwakafkan untuk kemanusiaan).
“Itulah lima sila dalam Pancasila di Gorontalo, jadi masyarakat Gorontalo harus bangga, dan tidak perlu malu sebagai warga yang lahir dari daerah ini,” ucap Ali MobiliU, saat agenda bedah buku karyanya Momu'ato di Universitas Ichsan Gorontalo, Rabu (28/9/2022).
Pemerhati Sejarah Gorontalo mengungkapkan, masyarakat di Gorontalo sudah melahirkan prinsip dasar sejak abad 16.
Baca juga: Warga Gorontalo Keluhkan Pertalite Kian Boros, ADO Teruskan Aspirasi ke DPRD Provinsi Gorontalo
Tidak hanya dari segi sejarah, namun banyak orang Gorontalo telah jadi tokoh besar di kancah nasional, sehingga tidak alasan bagi masyarakat Gorontalo merasa minder dari kota besar lainnya.
“Dimana pun berada tetaplah melestarikan Bahasa Gorontalo. Hanya saja kita tidak diberikan ruang sebagai daerah adat,” pungkasnya.
(TribunGorontalo.com)