Ali Mobiliu: Gorontalo Lebih Dahulu Kenal Demokrasi daripada Amerika

Ali MobiliU menyebut pilar demokrasi versi Gorontalo terbagi tiga, yakni Duatula Bubato (Eksekutif), Duatula Syara (Legislatif), dan Duatula Bala

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Fajri A. Kidjab
TribunGorontalo.com
Penulis sekaligus Pemerhati Sejarah Gorontalo, Ali MobiliU hadir di tengah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ichsan Gorontalo dalam agenda Bedah buku Momu'ato, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ali Mobiliu menyebut pilar demokrasi versi Gorontalo terbagi tiga, yakni Duatula Bubato (Eksekutif), Duatula Syara (Legislatif), dan Duatula Bala (Hukum). 

Pernyataan Ali Mobiliu diungkapkan saat bedah buku Momu'ato di Aula FISIP Universitas Ichsan Gorontalo, Rabu (28/9/2022).

Gorontalo kala itu, kata Ali, lebih dahulu mengenal demokrasi daripada rakyat Amerika.

Sejatinya, masyarakat Gorontalo mulai mengimplementasikan demokrasi sejak abad 16.

Saat itu, Raja Eyato mencetuskan Pilar demokrasi dikenal dengan sebutan Duatula Tu Ulongo.

Dimana, masyarakat mulai diajarkan tiga aspek kehidupan melalui pendidikan keluarga di dalam rumah (Layihe), diantaranya Pendidikan Karakter.

Pendidikan Karakter terbagi atas tiga hal: Wu’udu (tata krama), Tinepo (menghormati orang lain) dan Tombula’o (punya rasa simpati ke orang lain, sehingga dia bisa berbagi kepada sesama).

Ali MobiliU dalam agenda bedah buku Momu'ato (Membuka Tabir nama-nama Kampung di Gorontalo), Rabu (28/9/2022).
Ali MobiliU dalam agenda bedah buku Momu'ato (Membuka Tabir nama-nama Kampung di Gorontalo), Rabu (28/9/2022). (TribunGorontalo.com)

Adapun Pendidikan Kekaryaan dibagi atas lima macam, diantaranya Moulindtapo (Cerdas), Motolopani (terampil dan kreatif), Kulupani (Perhitungan), Panita (Pintar),Motoyinuto (kecakapan dalam berbicara), Ilomata (Memiliki Karya).

“Kehebatan kita di Gorontalo adalah hadirnya demokrasi sejak abad 16,” kata Ali.

“Itulah kebanggan kita masyarakat Gorontalo, sudah memiliki peradaban-peradaban yang jauh lebih, bahkan sebelum Pendidikan ada di Indonesia, yang di buat oleh belanda saat itu dengan nama HBS," ujarnya.

 

(TribunGorontalo.com)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved