Peristiwa G30S PKI
Generasi Milenial Gorontalo Harus Tahu, Dulu Masyarakat Indonesia Wajib Nonton Film G30S PKI
G30S PKI adalah peristiwa kudeta yang terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965. Peristiwa itu menyebabkan enam jenderal meninggal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/28092022_Penumpasan-G30S-PKI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Generasi milenial barangkali tidak tahu jika dulu masyarakat Indonesia diwajibkan menonton film penumpasan gerakan 30 September (G30S) Partai Komunis Indonesia (PKI).
G30S PKI adalah peristiwa kudeta yang terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965. Peristiwa itu menyebabkan enam jenderal meninggal hingga satu perwira pertama militer.
Film penumpasan G30S PKI dibuat oleh Arifin C Noer. Gara-gara diwajibkan ditonton pada masanya, film ini bahkan memecahkan rekor penonton di wilayah DKI Jakarta pada 1984.
Jumlah penonton film ini mencapai 699.282 orang. Menyalip film Nyi Blorong yang pada 1982 jadi top box office dan ditonton oleh 354.790.
Film berjudul “Penumpasan G30S PKI” berdurasi 4,5 jam. Film ini disebut oleh Arifin C Noer sebagai film miliknya yang terbaik dari sisi teknis.
Namun kini, generasi milenial tidak lagi diwajibkan untuk menonton film tersebut. Sebab, pemutaran wajib film dihentikan sejak 1998. Saat itu, Soeharto yang menjabat 30 tahun sebagai Presiden Indonesia, turun tahta.
Melansir pemberitaan Harian Kompas pada 30 September 1998, alasan Departemen Penerangan menghentikan pemutaran wajib film itu karena dianggap sudah terlalu sering.
"Karena terlalu sering diputar, filmnya juga sudah kabur," ucap Dirjen RTF Deppen Ishadi SK saat itu.
Sementara itu, Menteri penerangan Muhammad Yunus juga berpendapat pemutaran film G30S/PKI tak sesuai dinamika reformasi. (*)