Potensi Jamur Tiram yang Terabaikan di Desa Jatimulya-Gorontalo
Secara geografis desa ini berbatasan dengan Desa Tri Rukun di sebelah utara, Desa Harapan di sebelah timur, Desa Mekarjaya di sebelah selatan, dan Des
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/26092022_Jamur-tiram.jpg)
(Penulis: Deyvie Xyzquolyna, Mahasiswa Program Doktoral IPB University)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Belum banyak yang tahu, Desa Jatimulya menyimpan potensi pengembangan komoditas jamur tiram.
Desa Jatimulya berjarak 87,8 km dari pusat Kota Gorontalo. dapat ditempuh dengan kendaraan beroda empat selama 2 jam 24 menit. Terletak di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Secara geografis desa ini berbatasan dengan Desa Tri Rukun di sebelah utara, Desa Harapan di sebelah timur, Desa Mekarjaya di sebelah selatan, dan Desa Bongo II di sebelah barat.
Mata pencaharian sebagian besar penduduk Desa Jatimulya adalah sebagai petani.
Deyvie Xyzquolyna, Mahasiswa Program Doktoral IPB University dalam tulisannya menyebut, satu- satunya kelompok yang bertahan sejak berdiri pada tahun 2018 hingga sekarang dalam kegiatan budidaya jamur tiram adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Berkah.
Satu- satunya kelompok yang bertahan sejak berdiri pada tahun 2018 hingga sekarang dalam kegiatan budidaya jamur tiram adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Berkah.
“KTH ini mengalami berbagai kesulitan pada awal memulai usaha budidaya jamur tiram, terutama dalam hal pembibitan yang awalnya diperoleh dari daerah Jawa dan Makassar sehingga mengakibatkan harga produksi menjadi tinggi.” tulis Deyvie Xyzquolyna yang juga Dosen di Universitas Ichsan Gorontalo, Senin (26/9/2022).
KTH ini mengalami berbagai kesulitan pada awal memulai usaha budidaya jamur tiram, terutama dalam hal pembibitan yang awalnya diperoleh dari daerah Jawa dan Makassar sehingga mengakibatkan harga produksi menjadi tinggi.
Masalah lain yang dihadapi oleh KTH adalah minimnya minat masyarakat baik masyarakat sekitar desa maupun masyarakat Provinsi Gorontalo pada umumnya mengkonsumsi jamur tiram.
Hal ini mengakibatkan KTH tidak dapat meningkatkan produksi, dan pada akhirnya tidak dapat meningkatkan pendapatan anggota kelompok.
Kendati, Jamur tiram merupakan jamur edible yang mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia. Komposisi kimia jamur tiram terdiri dari 10-40 persen protein, 2-8 persen lemak, 3-28 persen karbohidrat, 3- 32 persen serat, 8-10 persen mineral yang meliputi kalium, kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, zink, tembaga.
Vitamin yang terkandung dalam jamur tiram seperti tiamin (B1), riboflavin (B2), biotin, vitamin C, pro-vitamin A dan D. Selain itu, dalam jamur tiram terdapat komponen bioaktif seperti terpenoid, steroid, fenol, glikoprotein, dan polisakarida.
Komponen bioaktif tersebut menjadikan jamur tiram sebagai sumber pangan fungsional karena dapat bersifat antioksidan, antitumor, antihipertensiv, antihiperkolesterol, antihiperglikemik, antivirus, dan sebagainya (Reis, 2022).
Komponen kimia maupun biaoktiv tersebut diperlukan tubuh manusia agar proses metabolisme berjalan lancar. Proses metabolisme adalah reaksi kimia dan biokimia yang terjadi dalam organ tubuh manusia untuk menghasilkan energi.